Dosen Unsri Tersangka Pelecehan Seksual Bertambah, Terbaru Oknum dari Fakultas Ekonomi

0
1
Oknum dosen berinisial R memenuhi panggilan penyidik di Polda Sumsel. (Foto: Antara)
Dijual Rumah

Palembang, buktipers.com – Polda Sumsel menetapkan oknum dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial R sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswi.

Penetapan tersangka setelah dilakukan gelar perkara yakni mencocokkan keterangan terlapor dengan pelapor.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombs Po Hisar Siallagan, Jumat (10/12/2021).

R bukan yang pertama, sebelumnya A, oknum dosen Unsri dari FKIP telah lebih dahulu menjadi tersangka dan ditahan karena diduga melakukan pelecehan seksual secara fisik di kampus.

Menurut Hisar, setelah melalui proses gelar perkara, oknum dosen itu sudah memenuhi unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

“Gelar perkara ini untuk menetapkan dia sebagai tersangka, dan itu hasilnya,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjutnya, penyidik masih memintai keterangan dari yang bersangkutan tersebut namun saat ini statusnya menjadi diperiksa sebagai tersangka.

“Itu dulu ya, lebih jelasnya nanti disampaikan pada pers rilis,” tandasnya.

Adapun tersangka R itu sudah diperiksa secara intensif oleh penyidik Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum sedari pukul 09.50 WIB di Markas Polda Sumsel dengan didampingi penasihat hukumnya.

Dalam kasus tersebut, tersangka R ini dilaporkan oleh tiga orang mahasiswi berinisial F, C dan D karena diduga melakukan pelecehan seksual secara verbal melalui pesan singkat di media sosial terhadap mereka, pada Rabu (1/12/2021).

Akibat kasus dugaan pelecehan seksual tersebut Rektorat Unsri mengambil sikap untuk menonaktifkan oknum dosen R dari jabatannya sebagai Kaprodi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Unsri kampus Bukit Besar, Palembang.

Keputusan penonaktifan tersebut tertuang dalam surat Rektor nomor 452/UN9/SK.BUK.KP/2021 yang diterbitkan pada Selasa (7/12/2021), termasuk dibebastugaskan sebagai dosen sampai kasus ini selesai.

 

Sumber : iNews.id