Beranda Lintas Provinsi DPC APDESI Pesisir Barat Gelar Aksi, Ketua DPRD Didesak Minta Maaf

DPC APDESI Pesisir Barat Gelar Aksi, Ketua DPRD Didesak Minta Maaf

124
0
DPC APDESI Kabupaten Pesisir Barat Lampung, bersama ribuan Aparat Desa saat menggelar aksi, di halaman Sekretariat DPRD Pesisir Barat, Senin (11/2/2019). (Foto/Andi)
Loading...

Buktipers.com – Pesisir Barat Lampung

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Pesisir Barat Lampung, menggelar aksi damai, di halaman Sekretariat DPRD Pesisir Barat, Senin (11/2/2019).

Dalam orasinya, DPC APDESI Pesisir Barat dan ribuan aparat desa, menyampaikan beberapa hal penting untuk ditindaklanjuti. Salah satunya agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Lampung, segera mengaudit dana reses DPRD yang diduga fiktif.

“Kami siap memberikan keterangan secara lengkap kepada BPK. Permintaan kami diaudit dana reses DPRD dengan peratin tersebut segera ditindaklanjuti,”ucap Ketua APDESI Pesisir Barat, Arief Mufti, dalam orasinya.

Bahkan Arief, mengancam akan menurunkan massa lebih banyak, jika BPK tidak segera memberikan perhatian khusus untuk mengaudit dana dimaksud.

Baca Juga!  Ditantang Berkelahi, Anis Tewas Ditebas Parang

“Kalau tidak ditindaklanjuti, kami siap menurunkan APDESI se-Provinsi Lampung,” tegasnya.

DPC APDESI Kabupaten Pesisir Barat Lampung, bersama ribuan Aparat Desa saat menggelar aksi, di halaman Sekretariat DPRD Pesisir Barat, Senin (11/2/2019). (Foto/Andi)

Tuntutan APDESI lainnya, agar Ketua DPRD Pesisir Barat, Piddinuri, menyampaikan permohonan maaf secara resmi terkait statementnya, di beberapa media online maupun cetak, beberapa waktu lalu.

“Kami ini adalah pelayan masyarakat ditingkat terbawah, jangan sedikit-sedikit apa yang kami lakukan salah. Untuk itu, Ketua DPRD harus menyampaikan permohonan maafnya secara resmi, karena apa yang disampaikan di media itu bohong,”tandasnya.

Aksi tersebut mendapat respon dari beberapa anggota legislatif setempat, dengan mempersilahkan pengurus APDESI kabupaten dan para ketua APDESI kecamatan, bermusyawarah dengan Ketua DPRD, dalam ruangan khusus.

Sayangnya, pertemuan tersebut berlangsung tertutup, dan bahkan para awak media tidak diperbolehkan meliput langsung.

Baca Juga!  Seorang Pelajar SMP 'Dijual' Rp300 Ribu, Mucikari dan Pelanggan Diringkus

Kondisi tersebut tak pelak membuat para jurnalis yang hadir dalam aksi tersebut kecewa, karena tidak bisa menghimpun informasi secara pasti, terkait isi pertemuan APDESI dengan Ketua DPRD. (Andi)

Loading...