DPD KNTI Medan Hadiri Undangan Presiden Jokowi, Illegal Fishing di Sumut Dibahas

0
623
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Medan, M. Isa Albasir saat bersama Presiden Jokowi, mengahadiri undangan silaturahmi nelayan seluruh Indonesia, di Istana Negara, Selasa siang (22/1/2019).
Dijual Rumah

Buktipers.com- Medan (Sumut)

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Medan, M. Isa Albasir  dan Sekjen, Jabaruddin Hasibuan, mengahadiri undangan Presiden Joko Widodo, dengan agenda silaturahmi nelayan seluruh Indonesia, di Istana Negara, Selasa siang (22/1/2019).

Sekitar 300 nelayan bertemu dengan Presiden, didampingi Menteri KKP, Susi Pudjiastuti, Kepala Stafsus, Moeldoko,  Koordinator Stafsus Presiden, Teten Masduki dan Ketua Umum KNTI, Riza Damanik.

Salah satu topik yang dibicarakan adalah usulan, agar pemerintah membentuk institusi yang bertugas menjaga stabilitas harga komoditas perikanan atau serupa dengan Perum Bulog, di sektor pangan, khususnya beras.

Basir juga berharap, program-program pemerintah yang baik perlu dioptimalkan dan disosialisasikan kembali. “Mengingat kami, yang di wilayah pesisir Sumut  belum menerima secara langsung manfaat. Seperti adanya Bank Mikro Nelayan, Asuransi Nelayan yang kemaren hanya sebatas pendataan, dan belum sampai pada tahap realisasi kebijakan,”ujarnya.

Ketua DPD KNTI Medan, Basir, menyampaikan kepada Presiden, bahwasanya masih ada oknum aparat yang membekap pukat – pukat yang dilarang tersebut.

Jawab Presiden Jokowi saat itu, bahwa bila ada oknum aparat yang membekap illegal fishing di Sumut, dia akan langsung perintahkan  Kapolda untuk mencopotnya. Dan selanjutnya menyerahkan permasalahan ini kepada stafnya, M Riza Damanik, Selasa (22/1/2019). (Gani/Fauzi)