DPD Pekat- IB Asahan Siap Dampingi Nelayan Tradisional Untuk Dapatkan Keadilan Penegakan Hukum

0
114
IMG-20180331-WA0069
Loading...

Buktipers.com – Asahan (Sumut)

Dewan Perwakilan Daerah Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (DPD Pekat – IB) Kabupaten Asahan terus mendampingi nelayan tradisional untuk mendapatkan keadilan dalam hal penegakan hukum di konservasi.

“Kami akan terus mendampingi nelayan tradisional yang dirugikan dan kami akan mengawal para nelayan yang penegakan hukumnya lemah, karena zona tangkap mereka diserobot kapal nelayan kerang (Kapal Krang) ,” ujar Ketua DPD PEKAT – IB Asahan, Syaid Muhsyi usai menerima kunjungan wakil nelayan tradisional, Kamis kemarin.

Syaid melihat saat ini, persoalan konflik nelayan tradisional yang tidak diatasi dengan baik oleh pemerintah daerah dan para penegak hukum akan menimbulkan konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga!  Diserempet Truck, Pengendara Vixion Alami Patah Kaki

“Kami akan mengirimkan kain putih sepanjang 50 meter ini kepada pemerintah pusat, dan ini akan dikawal PEKAT – IB,” ungkap Syaid Muhsyi didampingi Ketua GM Pekat IB Khairul Anhar Harahap dan Silo Baru Ahmad Sofyan yang mengaku berkoordinasi dengan pimpinan organisasi di pusat.

Menyikapi keresahan ini, Syaid yang dikenal sebagai aktivis yg dikenal vokal dalam menyuarakan aspirasi masyarakat kepada pemerintah berharap agar persoalan ini dapat diurai dengan bijaksana dan para pelakunya dapat diberikan tindakan tegas.

“Bagi para nelayan, memang ada alat tangkap tank kerang yang dibolehkan, Namun jika mereka menggunakan alat tangkap yang tidak dibenarkan, maka lakukan penegakan hukum,” ungkapnya.

Baca Juga!  Janahot Sihaloho Siap Untuk Desa Siopat Sosor Yang Lebih Baik

Persoalan yang paling mendasar saat ini, lemahnya penegakan hukum.

“Kami berharap dengan diangkatnya AKBP Untung Sangaji sebagai Dirpol Air, akan memberikan harapan baru bagi para nelayan untuk mendapatkan informasi hukum dan mampu bekerja secara profesional dengan orang-orang yang memiliki alat tangkap yang tidak sesuai dengan zona yang disepakati,” ungkapnya.

Bahkan bukan hanya Dir Pol Air, Kapoldasu sekalipun jika memang tidak mampu bertindak tegas dan bijaksana dalam hal melakukan penegakan hukum, kita PEKAT-IB akan meminta kepada Kapolri untuk mencopot Kapoldasu.

“Mari kita lihat bagaimana gebrakan yang dilakukan para penegak hukum,” ungkapnya dan mengatakan ini disampaikan dengan lantang semata-mata untuk menghindari konflik horizontal.

Baca Juga!  Menyikapi Fenomena Kelainan Orientasi Seksual Anak, Kapolres Nias Gelar Pertemuan FGD

Ahmad Sofyan selaku Kepala Desa Silo Baru yang dipercayakan dengan jumlah penduduk tradisional di Kualo Silo, Kualo Tambun Tulang dan Desa Kuala Sei baru Kecamatan Tanjungbalai kepada para PEKAT – IB yang siap mendampingi secara tradisional dalam memperjuangkan penegakan hukum di konservasi.

“Terimakasih pada PEKAT – IB, perjuangan ini semoga berhasil dan penegakan hukum dapat berjalan,” ungkap Ahmad Sofyan dan mengatakan, dia tidak akan mampu melakukan banyak hal jika sudah ratusan orang yang meminta untuk mencari keadilan. (Surya)

Loading...