DPO Curat Mobil Pick Up Menyerahkan Diri

0
238
IMG-20171103-WA0018
Loading...

BuktiPers.Com – Tanggamus (Lampung)

Tidak ingin dikejar-kejar polisi, HS (32) akhirnya menyerah. Warga Pekon Tanjung Gunung, Kecamatan Pulau Panggung menyerahkan diri ke Satreskrim Polres Tanggamus. Sebelumnya dia dicari lantaran mencuri mobil pickup Mitsubishi L300 BE 9660 VE milik Bambang Sairi (41).

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Hendra Saputra, SE, ‎mewakili Kapolres AKBP Alfis Suhaili, S.Ik, MSi, mengatakan, HS datang kemarin, Kamis (2/11/17) sekitar pukul 11.00 WIB.

“HS diserahkan oleh keluarganya dengan didampingi kepala pekon Tanjung Gunung, Atib (45) ke Tekab 308 Polres Tanggamus yang sebelumnya pelaku melarikan diri Kelurahan Nagrek, Kecamatan Cicalengka, Bandung,” kata AKP Hendra Saputra.

Lanjut AKP Hendra, sebelumnya HS menjadi DPO dalam perkara pencurian dengan pemberatan (Curat) dalam LP/74/IX/2017/Polda Lpg/Res Tgma/Sek Pulau Panggung tertanggal 31 Agustus 2017.

Baca Juga!  Korban Penikaman Apriniatman Waruwu Terpaksa Dirujuk Di RSUD Gunungsitoli

Kasat Reskrim mengungkapkan, HS melakukan aksi kejahatannya bersama-sama dengan Fahrozi pada Kamis (31/8/17) sekitar pukul 03.00 WIB dengan merusak pintu dan kontak mobil menggunakan kunci T.

“Pencurian tersebut dilakukan keduanya dan untuk tersangka Fahrozi sudah ditangkap terlebih dahulu pada September 2017,” ungkap Kasat Reskrim.

Kepada petugas, HS mengatakan memang benar dia ikut serta dalam pencurian mobil tersebut dan tugasnya mengamati sekitar TKP kemudian setelah itu mendorong mobil bersama Fahrozi menjauhi TKP guna menghidupkan mobil tersebut. Atas kejahatannya dia juga ingin menebus kesalahan dan menyerahkan diri. “Niat dari hati ingin menyerahkan diri pak, dengan alasan merasa berdosa dan tidak tenang,” kata dia.

Baca Juga!  Ini Alasannya Kenapa Komisi III DPRD Siantar Tidak Datangi PT STTC Terkait Limbah

Dari hasil pencurian itu HS menambahkan, uang pembagian yang diberikan oleh Fahrozi digunakannya untuk berobat dan ongkos melarikan diri. “Uangnya saya pake berobat, karena setelah mencuri mobil itu, saat saya pulang terjatuh dari motor. Sisanya untuk biaya melarikan diri,” imbuhnya.

Sementara menurut Bambang Sahri, korban pencurian menceritakan bahwa pada malam harinya, sekitar pukul 22.00 Wib dia menaruh mobil didalam garasi dan menguncinya tetapi ketika terbangun esoknya sekitar pukul 05.30 WIB mobil sudah tidak ada ditempatnya.

“Malamnya kendaraan tersebut, saya masukan ke garasi dan dikunci, nah pagi saat bangun dari tidur mobil sudah hilang,” tandasnya. (Anang/Agus/Red)

Loading...