DPRD Gunungsitoli Minta Walikota Tunda Pelantikan Kades Dahana Tabaloho

0
232
Saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di Desa Dahana Tabaloho, Kecamatan Gunungsitoli tanggal 10 Desember 2018.(foto/dok/ist)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Gunungsitoli (Sumut)

DPRD Kota Gunungsitoli melalui surat No: 170/1352/DPRD/XII/2018 tanggal 27 Desember 2018, meminta Walikota menunda pelantikan Kepala Desa (Kades) Dahana Tabaloho hasil Pilkades tanggal 10 Desember 2018 lalu.

Permintaan ini diungkapkan Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa SPd.K melalui siaran persnya, di Gunungsitoli, Kamis (27/12/2018).

Dalam penjelasannnya, Ketua DPRD itu mengatakan, surat dewan itu disampaikan ke Walikota setelah mempelajari surat keberatan masyarakat Desa Dahana Tabaloho, Kecamatan Gunungsitoli tentang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Dahana Tabaloho yang dilaksanakan tanggal 10 Desember 2018 lalu.

Masyarkat yang keberatan menjelaskan, ditemukan sejumlah masalah pada pelaksanaan tahapan yang dilakukan panitia pemilihan Kepala Desa dengan uraian sebagai berikut :

1.Bahwa panitia pemilihan tidak memberikan informasi kepada masing-masing calon kepala desa untuk menghadirkan saksi masing-masing calon.

2.Bahwa panitia pemilihan tidak menghitung surat suara terlebih dahulu, sehingga terjadinya perbedaan jumlah surat suara sah dengan jumlah pemilih yang menyampaiakan surat panggilannya kepada panitia sebelum pencoblosan.

3.Bahwa sebelum perhitungan suara dimulai panitia pemilihan tidak menghitung dan mencatat jumlah pemilih yang memberikan suara berdasarkan salinan daftar pemilih tetap untuk TPS, sehingga adanya perbedaan jumlah surat suara dimaksud dan menyebabkan terjadinya perhitungan surat suara ulang.

4.Bahwa apabila terjadi perbedaan jumlah surat suara sah dengan jumlah pemilih yang menyampaikan surat panggilannya kepada panitia pemilihan, maka seharusnya yang dilakukan oleh panitia pemilihan adalah berpedoman Perwal nomor 56 Tahun 2018 tentang pedoman Teknis Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa .

5.Awalnya perhitungan suara awalnya dimenangkan oleh Nomor urut 1  Elifatibani Harefa dengan jumlah suara 259 dan  Nomor urut 2 Elpiter Harefa 258, namun dengan adanya perhitungan suara ulang diduga dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu dengan merusak surat suara sah menjadi surat suara batal/tidak sah, terlebih adanya 2 (dua)  oknum yang bukan panitia pilkades memasuki TPS dan turut serta menghitung ulang surat suara.

6.Bahwa patut  diduga adanya kecurangan terstruktur dan terencana dengan adanya surat suara batal sebanyak 1 (satu) lembar, dimana pada perhitungan putaran pertama tidak adanya surat suara batal.

7.Bahwa panitia pemilihan telah terbukti mengabaikan dan sengaja melanggar Peraturan Walikota nomor 56 Tahun 2018 tentang pedoman Teknis Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, dimana pada perwal dimaksud tidak diatur tentang tahapan/proses pengulangan dan/atau rekap ulang, sehingga berita acara nomor 141/40/BPD-DHN/2018 tentang penyampaian hasil pemungutan suara pada pemilihan Kepala Desa Dahana Tabaloho Kecamatan Gunungsitoli dinilai cacat hukum dan melanggar peraturan yang berlaku.

Herman manambahkan, sehubungan dengan hal tersebut, diharapkan agar tahapan pelantikan Kepala Desa hasil Pilkades di Desa Dahana Tabaloho dapat ditunda, dan DPRD Gunungsitoli akan melaksanakan Rapat Dengar Pendapat pada awal Januari 2019, untuk mengetahui dan mendalami bersama-sama permasalahan tersebut.(Tim)

 

Editor : Maris