Dua Kurir Pil Setan 55 Butir Dituntut 12 Tahun Penjara di PN Medan

0
165
Dua pengedar 55 butir ekstasi, Amarullah Rambe (40) dan Malikul Adil (33) dituntut dengan 12 tahun penjara serta denda 1 miliar dengan subsider 1 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (12/4/2019). Tribun Medan/Victory Hutauruk
Dijual Rumah

Buktipers.com – Medan

Dua pengedar 55 butir ekstasi, Amarullah Rambe (40) dan Malikul Adil (33) dituntut dengan 12 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar dengan subsider 1 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (12/4/2019).

Jaksa Penuntut Umum Rehulina Sembiring menyebutkan bahwa keduanya telah terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) Jo. 132 Ayat (1) UU RI Nomor: 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Keduanya Amarullah dan Malikul Adil terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat 2 tentang UU Narkotika dan dituntut dengan 12 tahun penjara dan denda 1 miliar dimana jika tidak dapat dibayarkan diganti dengan hukuman 1 tahun penjara,” ungkapnya.

Selama persidangan kedua terdakwa hanya tertunduk dan tak banyak mengatakan apa-apa. Terlihat keduanya hanya bisa menyilangkan tangannya dan tertunduk lesu.

Usai pembacaan tuntutan, Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik, langsung bertanya kepada kedua terdakwa apakah mengerti dengan tuntutan tersebut.

Keduanya kompak menjwab “mengerti yang mulia, terimakasih,” cetusnya.

Langsung saja keduanya digiring menuju ke ruang tahanan sementara PN Medan, di perjalanan, terdakwa Amarullah sempat memberikan statement bahwa dirinya menyesal telah menjadi kurir pil ekstasi yang mematikan. “Menyesallah lah bang, saya udah kapok,” cetusnya.

JPU Rehulina menyebutkan bahwa kedua terdakwa tertangkap pada 6 November 2018 di jalan Rawa I Kel. Tegal Sari Mandala III Medan Area.

“Kedua terbukti melakukan perbuatan menjual narkotika golongan jenis pil ekstasi sebanyak 55 butir berwarna kuning berlogo Twetty berat 14,48 gram,” tuturnya.

Dimana info ini berawal dari penyidik Penyidik Ditresnarkoba Polda Sumut Dedek Harahap menerima informasi dari seorang warga bahwa Putra (DPO) sering melakukan transaksi narkotika jenis pil.

“Selanjutnya 6 November 2018 Penyidik melakukan penyamaran (under cover buy) menghubungi telepone selular Putra untuk memesan narkotika jenis pil seharga Rp 5 juta dan kedua sepakat melakukan transaksi di jalan Rawa I Kel. Tegal Sari Mandala III,” terangnya.

Jaksa melanjutkan saksi bersama Tim Unit 3 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut dibawah pimpinan Kompol Jono Sirait menuju tempat yang disepakati.

“Lalu saksi bertemu dengan terdakwa Amarullah yang mengaku orang suruhan Putra untuk menerima uang senilai Rp 5 juta dari saksi, setelah menerima uang tersebut terdakwa meminta saksi untuk menunggu sebentar guna mengambil narkotika, lalu ia menemui Maikul Adil dan transaksipun berlangsung,” terangnya.

Langsung saja saksi bersama Tim Unit 3 menangkap terdakwa I dan terdakwa II yang jaraknya tidak terlalu jauh.

“Setelah diinterogasi oleh petugas, terdakwa Amarullah mengaku disuruh Putra dan Is (DPO) untuk menyerahkan narkotika jenis pil kepada pembeli, lalu meminta bantuan Maikul untuk menyimpan pil ekstasi sebanyak 55 butir berwarna kuning berlogo Twetty,” terangnya.

Terakhir, Jaksa Rehulina menjelaskan bahwa petugas mengamankan pil ekstasi sebanyak 55 dengan berat netto 14,48 gram dan 1 buah HP.

Sumber : tribunnews.com