Dua Maling Sawit Ini Lagi Apes, Niat ‘Memanen’ Malah Masuk Bui  

0
553
Kedua pria yang diduga maling sawit milik PT Lonsum Bah Lias.(foto/hms/ist)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun

Dua pria ini nasibnya lagi apes alias sial. Niat ingin ‘memanen’ buah sawit yang bukan miliknya, naas malah ketangkul kemudian dijebloskan ke dalam bui (penjara).

Kedua pria apes itu, inisial ZPN (36) penduduk Huta I Nagaori Panambean, Kecamatan Bandar Masilam dan temannya RS (24) penduduk yang sama.

Sumber dari Polsek Perdagangan menyebutkan, keduanya kini dibuikan setelah adanya Laporan Polisi  No: LP/173/X/2018/ Simal Dagang, tanggal 13 Oktober 2018. Pelapor dalam kasus pencurian ini adalah Suarli (53), karyawan Perkebunan Bah Lias.

Lokasi pemanenan sawit secara ilegal itu dilakukan keduanya pada hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2018 sekitar pukul 03.00 Wib di Divisi V Panambean Fild 07115012 PT PP Lonsum Bah lias, Nagori Bah Lias, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Pencurian itu dikuatkan adanya keterangan sejumlah saksi, diantaranya Margiono ( 47).

Keterangan diperoleh dari pihak kepolisian, pada Sabtu tanggal 13 Oktober 2018 pukul 02.00 Wib,  pelapor dihubungi saksi Margiono, yang mengatakan melihat lampu senter dan 3  orang laki-laki tidak dikenal  berada di Divisi V Panambean Fild 07115021.

Kemudian pelapor menuju ke tempat yang disebutkan, setelah mengetahui ternyata maling saiwt, dilakukan pengejaran dan penangkapan.

Kemudian pelapor mengintrogasi kedua pelaku yang ditangkap, dan mengakui bahwa buah kelapa sawit milik PT PP Lonsum yang mereka curi dilangsir temannya yang melarikan diri ke Gudang Landong.

Selanjutnya pelaopor dan saksi-saksi mencek gudang tersebut, dari gudang itu ditemukan 3 tandan buah kelapa sawit milik PT PP Lonsum Bah Lias, selanjutnya membawa barang curian itu ke TKP dan ditemukan kembali 1 tandan buah kelapa sawit yang sudak diegrek.

Selanjutnya kasus ini dilaporkan pihak perkebunan ke Polsek Perdagangan untuk diproses lebih lanjut, sedangkan tersagka yang satu lagi masih dalam buruan petugas kepolisian.(hms)

 

Editor : Maris