Dua Orang Tersangka Pembunuhan Lulus Masuk TNI, Berikut Penjelasan Kapolres

0
143
Mantan anggota TNI, MZ, diboyong ke Polres Bima.
Dijual Rumah

Buktipers.com – Medan

MZ, satu dari buron kasus pembunuhan dinyatakan lulus TNI kini resmi ditahan di Mapolres Bima.

Mantan prajurit ini langsung dijebloskan ke tahanan polisi sejak Selasa (26/3/2019) sore.

Ia resmi dipecat dari satuannya.

Hal itu terkait kasus pembunuhan korban atas nama Dewa pada Juni 2017 lalu.

Berikut fakta-faktanya yang dirangkum Tribun-Medan.com dari Kompas.com dari yang berjudul “Lulus Tes Masuk TNI saat Jadi Buron Kasus Pembunuhan, MZ Dipecat dan Ditahan Polisi”:

1.Lulus tahun 2018

MZ dinyatakan lulus TNI di Kalimantan Barat tahun 2018 silam.

Saat itu dirinya menjadi buronan polisi.

Ketika menjalani pendidikan militer, ia diketahui terlibat dalam kasus kriminal.

Ia pun akhirnya diberhentikan secara tidak terhormat.

Setelah menjalani hukuman di satuannya, tim Sat Reskrim Polres Bima langsung menjemput tersangka dari POMDAM XII/TPR Pontianak, Kalimantan Barat.

Kini, DPO kasus pembunuhan itu sudah berada di Mapolres Bima untuk menjalani pemeriksaan sejak Selasa (26/3) sore.

Kapolres Bima AKBP Bagus Satryo Wibowo SIK membenarkan pihaknya telah menahan mantan prajurit TNI tersebut.

2.Langsung Dipecat dari kesatuan TNI

MZ sudah diberhentikan dari pendidikan TNI sesuai Surat Keputusan Panglima Komando Daerah Militer XII/TPR Nomor Kep/70-45 /III/2019 tanggal 19 Maret 2019.

“Status MZ sendiri sudah diberhentikan dari pendidikan TNI.”

“Yang bersangkutan merupakan DPO tersangka kasus pembunuhan sesuai LP/317/VI/2017/NTB/Res Bima/P Donggo tanggal 29 juni 2017.”

“MZ ini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik di unit Pidana Umum Sat Reskrim Polres Bima.”

Hal itu menurut keterangan Kapolres Bima AKBP Bagus Satryo Wibowo SIK.

3.Pelaku Lain rekan MZ Masih Buron (DPO)

Selain MZ, dalam kasus pembunuhan dua tahun lalu itu juga masih terdapat pelaku lain yang hingga saat ini masih diburu polisi.

Identitas para pelaku sudah dikantongi polisi.

Sedangkan salah satu pelakunya adalah  berinisial MR.

MR ternyata juga seorang anggota prajurit aktif yang saat ini bertugas di Batalyion Kostrad 328 Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Dia pun sedang menanti hukuman apa yang diberikan atas tindakannya itu.

“Untuk tersangka MR, kami masih menunggu keputusan dari pimpinannya karena yang bersangkutan adalah anggota TNI aktif di Batalyon Kostrad 328 Cilodong,” lanjut Kapolres AKBP Bagus.

4.Empat pelaku

AKBP Bagus menyebutkan, MZ dan MR adalah dua dari 4 pelaku yang terlibat dalam kasus pembunuhan yang menewaskan Dewa Bakti Negara, warga Desa O’o, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis, 29 Juni 2017 silam.

Kasus pembunuhan itu terjadi tepatnya di tanjakan jalan raya lintas Desa Mpili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima.

Di tengah jalan, korban dihadang dan keroyok hingga tewas.

Dalam kasus itu, polisi menetapkan empat orang pelaku, yakni MZ, MR, AR dan SG.

Tak lama berselang setelah pembunuhan berlangsung, polisi berhasil meringkus AR sebagai pelaku utama yang saat ini tengah menjalani hukuman 15 tahun penjara di Rutan Bima.

Sementara tiga pelaku lain saat itu melarikan diri dan menjadi DPO.

Namun, selama hampir dua tahun menjadi buronan, MZ dan MR diketahui telah lulus ujian menjadi anggota TNI.

5.Tinggal Satu Pelaku yang DPO

Sedangkan satu pelaku lain, yakni SG, hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

Mengetahui kedua pelaku lulus menjadi prajurit, keluarga korban yang tak terima langsung mendatangi kantor polisi.

Tidak hanya itu, mereka juga melakukan aksi blokade jalan, menuntut para pelaku ditangkap.

Paman korban Hikmah mengatakan, aksi tersebut menuntut pihak kepolisian Polres Bima agar segera menangkap para pelaku pembunuhan tersebut, yang diketahui berjumlah 4 orang.

”Mereka semua sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Kata dia, sebelumnya 1 orang pelaku sudah ditangkap dan divonis 15 tahun penjara.

Sementara 1 orang (MZ) sudah dijemput dari POMDAM XII/TPR Pontianak, Kalimantan Barat.

6.Dua pelaku lainya belum ditangkap

Sebelumnya ia membeberkan, 2 orang dari 3 pelaku yang belum ditangkap tersebut sudah menjadi anggota TNI.

”Kenapa mereka bisa jadi anggota TNI, padahal mereka pelaku pembunuhan,” katanya.

Terpantau dari kolom lomentar media sosial facebook Tribun-Medan.com, bahwa warga net terkejut atas kabar ini.

Netizen heran, bagaimana bisa lulus tes awal, padahal saat melamar turut melampirkan SKCK yang diurus dari pihak kepolisian setempat.

7.Kronologi

Kasus pembunuhan Dewa terjadi Kamis sore (29/6/2017) sekitar pukul. 17.00 Wita di jalan raya Desa Kamunti, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kronologi dari kejadian tersebut  berawal dari korban Dewa berangkat dari rumah keluarga  ibunya di Kecamatan Belo menuju kediamannya di Desa Oo Kecamatan Donggo pada pukul 16.30 wita.

Sekitar pukul. 17.00 wita, korban dihadang oleh beberapa pemuda dari Desa Doridungga, Kecamatan Donggo di jalan raya Desa Kamunti. Sehingga terjadilah perkelahian antara pemuda tersebut yang mengakibatkan korban Dewa tidak sadarkan diri akibat luka tusuk di punggung bagian belakang.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Donggo untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawa korban tidak tertolong.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti yang dikonfirmasi  Jumat pagi (30/6/2017) membenarkan adanya kasus penganiayaan berujung pada kematian korban. Ia menegaskan kasus tersebut  dipicu dendam lama.

“Pelaku yang diketahui bernama M. Arkam yang melakukan penganiyaan terhadap korban adalah pernah berkonflik dengan pemuda Desa Doridungga, sehingga menimbulkan dendam lama antara pemuda Desa Oo dengan Desa Doridungga,” ujar Tribubudi dilansir rri.co.

Akibat kejadian tersebut keluarga korban sempat mengamuk di Puskesmas Donggo, hingga  pelayanan di Puskesmas  menjadi terganggu.

Kapolres bersama Bupati Bima serta sejumlah anggota DPRD dan Tokoh masyarakat  yang berasal dari Desa setempat turun tangan menenangkan warga.

Tribudi Pangastuti menyatakan guna mengantisipasi bentrokan susulan mengingat  jarak antara dua desa sangat berdekatan, maka anggota di tempatkan diperbatasan dua desa tersebut.

“Anggota Polres Bima dibantu Brimob serta TNI sampai saat ini masih kami ditempatkan,” jelas Tribudi.

Tim Gabungan Sat Reskrim, Sat Intel dan Sat Res Narkoba berhasil menangkap pelaku utama MA (23)  asal Desa Dori Dungga, Kecamatan Donggo.

Pelaku ditangkap di Desa  Nggembe Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima 6 jam setelah kejadian yaitu sekitar pukul 22.00 wita.

“Pelaku M. Arkam kini di tahan di Rutan Polres Bima,” ujar Tribudi.

Sementara 4  pelaku lainnya yang ikut terlibat dalam penganiyaan  masing – masing bernama MZ (Huber) , MR (Mua’rif), SG (Sugi) buron.

Sumber : tribunnews.com