Beranda Nasional Duel Maut, Haikal Meregang Nyawa Karena Tikaman Pisau Di Perutnya

Duel Maut, Haikal Meregang Nyawa Karena Tikaman Pisau Di Perutnya

289
0
IMG-20180201-WA0070
Loading...

BuktiPers.Com – Pringsewu (Lampung)

Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus menerima penyerahan Fatona (24) terduga penyebab meninggalnya Haikal (36) warga Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.

Perkelahian terjadi Rabu (31/1/18) malam sekitar pukul 20.00 WIB di Pekon Patoman Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. Akibat perkelaian Haikal mengalami luka tusuk di perut, sementara Fatona yang merupakan warga Pekon Pagelaran Kecamatan Pagelaran Pringsewu mengalami luka robek di tangan kanan dan luka gores di perutnya.

“Subuh tadi, Kamis tanggal 1 Februari 2018 sekitar pukul 03.30 Wib, Fatona diserahkan pihak keluarganya ke Sat Reskrim Polres Tanggamus,” kata Kasat Reskim AKP Devi Sujana, S.Ik. M.Si mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si.

Baca Juga!  Kapolres Kapuas Hulu Hadiri Prosesi Pemakaman Istri Kanit Binmas Polsek Kalis

Lanjut AKP Devi Sujana, awal kejadian pada saat pelaku Fatona bersama temannya datang ke warung Sop Kodok Mami Patimah di Pekon Patoman, di tempat tersebut terjadi keributan disebabkan kursi yang sedang dipakai pelaku diminta teman korban.

“Korban keluar dari warung mendekati pelaku sambil memukul bagian kepala dan mengeluarkan senjata tajam jenis badik. Tetapi pelaku tidak melawan dan tetap pergi menggunakan sepedamotor dari warung,” jelasnya.

Lantas, dalam jarak 30 meter dari warung, korban Haikal bersama teman-temannya mengejar menggunakan 2 sepedamotor memegangi stang motor dan menjatuhkan pelaku kemudian menusukan pisau melukai tangan serta perut pelaku. Pelaku kemudian mencabut senjata tajam dari pinggangnya menusuk ke arah perut korban mengakibatkan korban mengalami luka di perut.

Baca Juga!  PT. PLN Lirik Desa Toga Basir.

“Akibat penusukan tersebut, korban mengalami luka di bagian perut, kemudian dilarikan ke RSU Abdul Muluk. Tetapi nyawa korban tidak dapat diselamatkan, meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WIB,” ujar AKP Devi Sujana.

Guna penyidikan lebih lanjut, saat ini Fatona diamankan di Polres Tanggamus, “Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 338 Subider 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun,” tandas AKP Devi Sujana.

Ditambahkan Kasat Reskrim, upaya kepolisian menghindari terjadinya konflik sosial dengan melakukan koordinasi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat. Polres Tanggamus mengimbau agar semua pihak menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif dan menyerahkan semua permasalahan kepada pihak kepolisian.

Baca Juga!  Banjir Besar Landa 4 Kecamatan Di Tebing Tinggi

“Mari bersama-sama menjaga kondusifitas dan keamanan wilayah kita masing-masing. Serahkan permasalahan tersebut kepada hukum yang berlaku,” himbau Kasat Reskrim. (Anang/Agus/Red)

Loading...