Dugaan Penyelewengan Dana Desa Pekon Pagar Bukit Induk Makin Terkuak

0
460
Surat pernyataan masyarakat Pagar Bukit Induk.
Dijual Rumah

Pesisir Barat, buktipers.com – Dugaan penyelewangan Alokasi Dana Desa (ADD) Pekon Pagar Bukit Induk, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tahun anggaran 2019, semakin terkuak.

Pasalnya, masyarakat pekon setempat, berhasil mengungkap beberapa bukti nyata adanya dugaan penyelewengan anggaran DD yang disinyalir dilakukan oleh peratin, beserta oknum aparatur pekon Pagar Bukit Induk.

Rediansah, warga Pekon Pagar Bukit Induk, kepada buktipers.com mengatakan, neberapa bukti tersebut, diantaranya, hasil pembangunan 10 unit jambanisasi ukuran 1,5 x 1,5 m2, dengan anggaran Rp7.000.000 lebih per-unit, diduga sengaja dimark-up oknum aparatur pekon untuk memperkaya diri sendiri.

“Selain dalam pengerjaan pembuatan septik tank jambannya hanya dikerjakan oleh masing-masing masyarakat penerima manfaat, dan materialnya juga tidak sesuai dengan yang ada didalam RAB. Seperti material besi dan spelit, itu tidak ada diberikan oleh pertain, kepada masyarakat penerima bantuan,” ungkapnya, melalui sambungan telponnya, Selasa (16/6/2020).

Surat pernyataan Silihun, yang diduga dibuat oleh Suhairi, selaku Sekdes Pagar Bukit Induk.

Parahnya lagi, menurut Rediansah, kejanggalan lainnya terlihat, pada salah satu warga yang tercatat sebagai penerima manfaat jambanisasi tahun 2019, namun anggaran untuk pembuatan septik tanknya, baru diberikan pada tanggal 14 Juni 2020, lalu.

“Anggaran pembuatan septik tank untuk  warga yang bernama Solihun, itu baru diberikan pada tanggal 14 Juni 2020 kemaren, tapi dalam berita acaranya sengaja dibuat Suhairi, selaku Sekdes seakan-akan sudah diterima oleh Solihun, pada tanggal 10 Desember 2019 lalu. Kan aneh,” jelasnya.

Ditandaskannya, perbuatan tersebut diduga sengaja dilakukan Sekdes, untuk menutupi dugaan penyelewengan DD Pekon Pagar Bukit Induk.

(Andi)