Dugaan Perselingkuhan Makin Menguak, Masyarakat Minta Jabatan Peratin Pekon Way Sindi Dinonaktifkan

0
497
Musyawarah LHP dan masyarakat Pekon Way Sindi, di Balai Pekon. (Foto/Andi)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Pesisir Barat (Lampung)

Isu dugaan perselingkuhan Peratin Pekon Way Sindi, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dengan perempuan berinisial N, makin  terkuak.

Hal tersebut terungkap setelah mendengarkan keterangan dari beberapa orang saksi saat musyawarah Lembaga Himpunan Pekon (LHP) dengan masyarakat setempat, di Balai Pekon Way Sindi, Rabu (13/3/2019).

Di hadapan LHP dan masyarakat yang hadir dalam musyawarah tersebut, salah satu warga, Arapik, mengaku pernah melihat Peratin I  keluar dari rumah N, waktu subuh dinihari.

“Waktu itu, saya melihat peratin itu pakai motor besar, keluar dari rumah N, subuh pagi hari,”terang  Arafik yang sebelumnya sudah diambil sumpah oleh Ketua LHP dalam forum musyawarah.

Saksi saat diambil supahnya. (Foto/Andi)

Hal senada juga disampaikan Utan, yang mengaku pernah melihat  N, pergi  dan pulang setelah adzan subuh dari kebun Peratin I yang ada di seputaran Guwa Matu.

“Waktu itu, saya dan kawan saya tengah malam melihat N menuju kebun peratin I. Karena kami curiga, kami coba cari tau, mau kemana sebenarnya si N, dan setelah azan subuh, kami lihat N keluar dari seputaran kebun milik peratin I,”ungkapnya.

Dalam musyawarah itu, LHP dan warga Way Sindi, sepakat akan melaporkan hal tersebut kepada Bupati Pesisir Barat dan meminta Bupati untuk segera bisa menonaktifkan Peratin I dari jabatannya, sebagai peratin Pekon Way Sindi.

“Dari beberapa keterangan saksi yang sama-sama sudah kita dengar tadi, maka bisa kita simpulkan, bahwa isu yang selama ini kita nilai cukup meresahkan, itu benar adanya. Oleh sebab itu, saya selaku ketua LHP akan menyampaikan harapan masyarakat untuk menonaktifkan jabatan Peratin kepada Bupati,”pungkas M Bahdir, selaku ketua LHP Pekon Way Sindi.

Turut hadir dalam musyawarah tersebut, Babinkamtibmas, Babinsa dan seluruh tokoh masyarakat pekon setempat.

(Andi)