Dukun Cabul Perkosa Ibu dan 2 Anaknya di Tempat yang Sama, Ketiga Korban Dipaksa Saling Lihat

0
6
Polisi menangkap dukun cabul yang menyetubuhi seorang ibu dan dua anaknya sekaligus dengan modus mengusir jin. (Foto: Era N)
Dijual Rumah

OKI, buktipers.com – Seorang dukun cabul Imam Syafaat (29), warha Desa Tugu Jaya, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, ditangkap polisi usai dilaporkan menyetubuhi tiga orang perempuan.

Ketiga korban yakni seorang ibu dan dua anaknya disetubui di tempat dan waktu yang sama, sehingga ketiganya saling lihat saat disetubuhi pelaku.

Kapolsek Lempuing AKP AK Sembiring mengatakan kasus asusila dengan modus pengobatan tradisional ini berawal dari perkenalan Imam dengan korban berinisial SH (39) melalui Facebook.

“Saat itu Imam mengaku sebagai seorang paranormal lulusan sebuah pesantren ternama yang bisa mengobati dan mengusir gangguan jin,” katanya, Kamis (28/7/2022).

Setelah cukup lama berkenalan, Imam lalu meminta SH mengirim foto bugil agar bisa diterawang apakah ada gangguan jin. SH pun menuruti permintaan itu, dan juga mengirimkan foto bugil putri keduanya berinisial SA (15).

“Imam ini pada saat itu menyebut kalau banyak jin jahat yang ada di kedua tubuh korban dan meminta mereka bertemu agar bisa diobati,” katanya.

Kemudian, Imam akhirnya bertemu dengan SH dan SA untuk pertama kalinya di kawasan wisata di Tugumulyo, OKI, pada 14 Juli 2022.

Saat itu, Imam langsung menyampaikan ingin mengobati keduanya, dengan catatan mereka harus menuruti perintah dari Imam.

“Melihat kedua korban yang percaya, Imam ini langsung melancarkan aksinya dan menyetubuhi kedua korban,” katanya.

Sekitar 3 hari setelah pertemuan itu, Imam mendatangi rumah korban dengan alasan akan melakukan ritual dan memberi perlindungan rumah tersebut agar terhindar dari gangguan jin.

“Imam juga meminta menginap satu malam di rumah korban,” katanya.

Kemudian, ia meminta SU (49) yang merupakan suami dari SH agar melakukan ritual menjaga keris di sebuah kamar sendiri dan tidak boleh keluar.

Melihat SU yang telah lengah, Imam lalu kembali melancarkan aksi cabulnya. Imam lalu memasuki kamar SH dan SA secara bergantian dan menyetubuhi mereka kembali.

Anak pertama SH yang berinisial N (22) ikut menjadi korban asusila pelaku meskipun yang bersangkutan dalam kondisi hamil enam bulan.

“Saat melancarkan aksi cabulnya itu Imam ini juga akan mengancam akan membunuh keluarga tersebut jika para korban tidak mau menuruti kemauannya,” katanya.

Dikatakan Sembiring, perbuatan Imam kembali berlanjut pada 20 Juli 2022, Imam mengajak korban SA untuk ke rumah orang tua angkatnya dengan iming-iming akan disekolahkan di pesantren dan dicarikan pekerjaan.

“Pada kesempatan itu, SA yang masih di bawah umur itu kembali disetubuhi Imam sebanyak dua kali,” katanya. Akhirnya, para korban yang telah menyadari modus kejahatan Imam ini pun melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Di mana Imam sendiri diamankan petugas di kawasan Desa Tugu Jaya pada Selasa (26/7/2022) sekitar pukul 17.00 WIB.

Atas perbuatannya, Imam akan dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak pasal 81 ayat 1 dan 2 UU RI nomor 23 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Korban juga diketahui mengalami kerugian materil sebesar Rp2,9 juga akibat ulah pelaku,” katanya.

 

Sumber : iNews.id