Beranda Parawisata Eco Pastoral Care: Save Lake Toba And Eko Care

Eco Pastoral Care: Save Lake Toba And Eko Care

120
0
Acara penaburan 125 ribu ekor bibit ikan nila dan mujahir, di Dermaga Balige, Jumat (5/7/2019), lalu. (Foto/Stg)
Loading...

Buktipers.com – Toba Samosir (Sumut)

Eco Pastoral Care, bersama Bupati Tobasa serta Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara (DLH Sumut), bekerjasama dengan HKBP yang diinisiasi Departemen Marturia HKBP, serta pelaksana Komisi Pelaksana Pelayanan Strategis (KPPS), melakukan penaburan 125 ribu ekor bibit ikan nila dan mujahir, di Dermaga Balige, Jumat (5/7/2019), lalu.

Kegiatan ini dimulai dari pelabuhan Balige, menuju pinggiran kawasan Danau Toba di Balige dan penaburan bibit ikan sebanyak 125.000 tersebuit, dibagi dalam dua kapal. Dimana 100.000 bibit dari UPT DLH Sumut dan 25.000 lagi dari Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Pemkab Tobasa).

Bupati, Sekretaris Jenderal HKBP, dan jajarannya, menggunakan kapal Dinas Kesehatan Pemkab Tobasa.

Sedangkan kapal kedua, ditumpangi Panitia Eko Pastoral care, pejabat Pemprovsu, Pemkab Tobasa, Kadep, para Praeses HKBP, pelayan penuh waktu dan jemaat HKBP.

Penaburan bibit ikan di kawasan Danau Toba ini, berlangsung sekitar 30 menit dari waktu yang telah disepakati oleh panitia. Doa pemberangkatan dibawakan Pdt David F Sibuea, M.Th, D.Min, Sekretaris Jenderal HKBP.

Suasana pelabuhan semakin ramai, sebab pada waktu yang sama, juga sedang belangsung jual beli kebutuhan rumah tangga (Onan Balige).

Baca Juga!  Disparbud Simalungun Adakan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata

Para peserta kegiatan eko pastoral care menuju parkiran mobil yang berada di tanah lapang dan langsung menuju pendopo, di sebelah rumah dinas Bupati Tobasa.

Hanya sekitar 15 menit, seluruh peserta penaburan bibit ikan, dijamu dengan sarapan pagi, di rumah dinas Bupati Tobasa dengan menu ‘mie gomak’.

Acara ibadah pembukaan, dimulai setelah sarapan bersama sekitar pukul 10.15 WIB. Ibadah dilayani oleh Pdt David Silaban dan yang melayani liturgi, Pdt. Sarman Naibaho membawakan doa syafaat dan Pdt Renova Sitorus menyampaikan firman Allah yang tetulis dari Kejadian 1:28

Setelah ibadah, dilanjutkan dengan kata sambutan. Salah satunya, Parlin Sianipar yang berterima kasih kepada HKBP, secara khusus Departemen Marturia HKBP yang memprakarsai kegiatan ini. Harapan kami kedepan, ini kita tindak lanjuti agar masyarakat sadar dan ikut bertanggungjawab akan lingkungan kita bersama, harapnya.

Dr. Sumihar Tambunan (Kominsi Pelaksana Pelayanan Strategis HKBP) dalam sambutannya, menyampaikan ” bahwa KPPS dan HKBP bertujuan untuk mewujudkan go green, KPPS hanya membangunkan masyarakat untuk mewujudkan Tanah Batak sebagai destinasi pariwisata internasional. Pembangunan ini terjadi, apabila masyarakat mau bekerjasama dengan gereja dan pemerintah. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas,”katanya.

Baca Juga!  Binsar Situmorang Ultimatum Perusahaan Pencemar Lingkungan di Danau Toba

Bupati Tobasa, Ir Darwin Siagian, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini yang dilaksanakan oleh HKBP.

“Tentu, kita dari pemerintah, mendukung kegiatan yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat. Harapan Pemkab Tobasa, mari lah kita mulai dari lingkungan gereja kita masing-masing untuk menanam dan merawat pohon. Kegiatan merawat pohon yang dimulai dari gereja, tentu untuk menarik masyarakat kita dan juga untuk pengaruhi masyarakat lainnya untuk berbuat yang lebih baik,”ucap Bupati Tobasa.

Sementara itu, Kepala DLH Sumut, Dr Binsar Situmorang, sangat apresiasi kegiatan yang dilakukan oleh HKBP tersebut, karena  memikirkan lingkungan hidup di Danau Toba.

Inilah gambaran sinergitas pemerintah dan gereja untuk menjaga dan merawat lingkungan. HKBP sudah memulai menanam bibit sereh wangi, di kawasan Danau Toba, ucap binsar.

Hal senada juga disampaikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diwakilkan oleh Prof Winarni Monaarfa (Staf ahli Kementrian LHK).

Katanya,  danau di Indonesia berguna untuk kebutuhan manusia. Misalnya untuk air minum dan irigasi kepada sawah masyarakat. Tetapi karena kepentingan pribadi dan kelompok, danau kita rusak dan tercemar, katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah telah menggumuli dan merencanakan perbaikan danau, dengan dana yang telah diputuskan.

Baca Juga!  Lapas Narkoba di Langkat Rusuh, Ratusan Napi Kabur

Pengembangan masyarakat dan sinergitas dengan pemerintah, sedang dalam proses pelaksanaan untuk pengembalian danau yang kita harapkan.

Ada lima belas danau yang prioritas untuk diperbaiki dan dikelolah dengan baik. Danau toba, termasuk danau yang prioritas skala internasional. Tentu ini tidak mudah, masih membutuhkan upaya, kerja keras dan kerja sama pemerintah dan masyarakat yang baik. Inilah yang menjadi perhatian kita semua, bagaimana kita memulihkan kembali Danau Toba, ungkapnya.

Pdt. Dr. Anna Ch. Vera Pangaribuan, Kepala Departemen Marturia, mengatakan, tentunya melalui kegiatan ini, memotivasi kita untuk mencintai kehidupan yang seutuhnya, yaitu peduli terhadap makluk hidup dan lingkungan hidup. Eko pastoral care ini adalah salah satu elemen gereja yang berkelanjutan untuk memenuhi panggilan Tuhan, yaitu mengusahakan dan memelihara ciptaan Tuhan, katanya.

Sekretaris Jenderal HKBP yang mewakili pimpinan HKBP, dengan tegas menyampaikan arahan dan bimbingan.

Hanya Tuhan saja yang mampu menyampaikan kata-kata langsung terjadi, berbeda dengan manusia. Jika kita menginginkan perubahan yang baik di dalam lingkungan hidup kita saat ini, mari berbuat dengan tindakan, bukan hanya dengan kata-kata, ucapnya.

(Stg)

Loading...