Edarkan Sabu Ke Pelajar, Boru Lubis Ditangkap BNNK

0
904
IMG-20170904-WA0002

BuktiPers.Com – Tebing Tinggi (Sumut)

Ernianti Lubis alias EL (28) seorang ibu rumah tangga, warga Gang Becek, Kelurahan Pasar Baru, Kota Tebing Tinggi, yang diduga merupakan salah satu pengedar narkotika jenis sabu kepada para remaja dan para pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) ditangkap Tim dari BNNK Tebing Tinggi.

Kepala BNNK Tebing Tinggi, Kompol Bambang Rubianto yang ditemui, Senin (4/9/2017) sekira pukul 15.00 WIB, membenarkan atas penangkapan terhadap tersangka EL yang dilakukan pada Sabtu (2/9) malam lalu di dalam rumahnya berawal dari adanya laporan pengaduan dari salah satu pihak sekolah menengah atas di Kota Tebing Tinggi yang mengatakan kepada orangtua muridnya bahwa siswanya tersebut mengaku telah membeli dan menggunakan narkotika jenis sabu di kediaman EL.

Darinya ditemukan barang bukti berupa 1,4 gram narkotika jenis sabu, 22 bungkus plastik kecil transparan, 36 pipet ukuran kecil, 23 pipet ukuran sedang, 1 buah alat hisap bong, 1 buah sekop sabu, 4 unit hp (1 unit merk mito, 1 unit merk nokia, 1 unit tablet, 1 unit hp merk samsung), 1 unit powerbank merk samsung, dan uang sebesar Rp. 200 ribu.

Berdasarkan informasi dari pihak sekolah dan orangtua pelajar bahwa kediaman tersangka kerap dijadikan lokasi para pelajar untuk mengkonsumsi barang haram tersebut.

“Bahkan kita mendapat informasi jika tersangka kerap menyediakan kediamannya sebagai lokasi para remaja dan para pelajar tersebut untuk mengkonsumsi sabu yang dibeli dari tersangka,” terang Kompol Bambang Rubianto.

Kepala BNNK Tebing Tinggi menambahkan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut untuk menggali keterlibatan pelaku lain atau bandar dari tersangka.

“Tersangka EL mengaku jika dirinya membeli sabu tersebut dari A warga Kampung Kurnia Tebing Tinggi, dan ini masih kita dalami,” ujar Kompol Bambang Rubianto.

Sementara itu, tersangka EL mengaku jika dirinya terpaksa menjalankan bisnis haram ini dikarenakan penghasilan suaminya sebagai tukang reperasi AC tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Saat saya ditangkap, suami saya langsung kabur nggak tahu kemana,” sebutnya. (Dav/Red)