Eks Anak Buah Sambo Heran Tak Ada Foto di Surat Izin Bawa Senjata Eliezer

0
1
Sidang lanjutan di PN Jaksel. (Zunita/detikcom)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Mantan Kabag Gakkum Provos Divisi Propam Polri, Kombes Susanto Haris, mengaku heran atas surat izin membawa senjata api atau Simsa milik Bharada Richard Eliezer. Susanto heran karena di Simsa tidak dicantumkan foto Richard.

Tak hanya itu, Susanto mengatakan Eliezer sempat kebingungan ketika ditanya Simsa oleh Susanto usai peristiwa penembakan Yosua pada 8 Juli 2022 di rumah Duren Tiga. Susanto adalah orang yang bertanya ke Eliezer setelah kejadian tembak-menembak di tempat kejadian perkara (TKP).

“Simsa itu surat izin membawa dan menggunakan senjata api, jadi setiap anggota kami tanyakan ke Richard, ‘mana surat izin senjatanya’, dikeluarkan KTP dan KTA, kemudian saya jawab ‘bukan, yang saya tanyakan surat izin menggunakan senjata api’, saya lihat kok tidak ada fotonya,” kata Susanto dalam sidang di PN Jaksel, Senin (28/11/2022).

Susanto mengatakan Simsa milik Eliezer itu berlaku hingga 24 Desember mendatang. Menurut Susanto, senjata di TKP pembunuhan dengan yang tertera di Simsa cocok.

“Kemudian saya lihat masa berlaku sampai tanggal 24 Desember 2022. Kemudian saya balik untuk mencocokkan nomor seri senjata, dan surat izinnya tertera NPY8519 dengan Glock-17, sehingga itu kami lihat sama tidak senjata dengan nomor seri, kemudian saya lapor pak karo provos ‘mohon izin Ndan nomor Simsa dan senjata sama’. Setelah itu memeriksa amunisi disaksikan pak karo provos, kasat reserse, kanit, dan penyidik Jaksel,” jelas Susanto.

Susanto menyebut amunisi senjata milik Eliezer sisa 12. Untuk amunisi sebelumnya, dia tidak mengetahuinya.

Duduk dalam sidang ini terdakwanya adalah Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

Bharada Eliezer didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf, dan Bripka Ricky Rizal melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 

Sumber : detik.com