Eks Polisi Bakar Selingkuhan Didakwa Hukuman Mati, Sebelum Dibakar Korban Diteror hingga Diborgol

0
1
Andriansyah mantan polisi menjalani sidang dalam kasus bakar mantan pacar hingga tewas. (Foto: Edwinsyah S)
Dijual Rumah

Palembang, buktipers.com – Andriansyah mantan polisi yang terakhir bertugas di Polres Lahat didakwa hukuman mati dalam kasus membakar pacar atau selingkuhannya hingga tewas.

Pria beristri ini disebutkan beberapa kali meneror korban dan keluarganya karena tidak terima hubungan asmaranya putus.

Hal ini terungkap dari kesaksian kakak kandung korban dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Muara Enim. Sidang dipimpin Hakim Shelli Noveriyanti, didampingi dua hakim, Sera Ricky Swanri dan Titis Ayu Wulandari.

Kakak kandung korban menceritakan, bahwa terdakwa kerap mengancam dan meneror korban dan keluarganya, termasuk saksi sendiri. Salon kecantikan yang merupakan tempat usaha saksi, hampir dibakar oleh terdakwa.

Terdakwa juga pernah melempari rumah orang tua korban. Korban pernah diborgol di kebun sawit. Perbuatan terdakwa ini pernah akan dilaporkan ke polisi, namun hal itu selalu dihalangi oleh terdakwa.

Menurut keterangan saksi, permasalahan awal perselisiahan antara korban dan terdakwa, karena terdakwa tidak terima hubungannya dengan korban berakhir. Korban memutuskan hubungan dengan terdakwa, karena terdakwa telah memiliki anak dan istri.

Dari keterangan saksi tersebut, majelis hakim PN Muara Enim meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan saksi lainnya, agar dalam persidangan tersebut didapatkan keterangan dan mengetahui dengan jelas permasalahannya.

Kasi Pidum Kejari Muara Enim, Alex Akbar mengatakan, pada persidangan lanjutan yang diagendakan akan digelar minggu depan, akan kembali menghadirkan saksi-saksi lainnya.

“Rencananya ada saksi-saksi yang akan kami hadirkan,” ujarnya, Kamis (23/6/2022). Rencananya, pada persidangan selanjutnya akan digelar secara langsung.

Sebelumnya sidang digelar secara online, dan terdakwa menjalani sidang secara virtual di Lapas Kelas II Muara Enim.

Pada dua kali persidangan secara online, tedakwa sempat membantah keterangan para saksi yang dihadirkan di persidangan.

Terdakwa terancam hukuman mati, karena dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340, Pasal 338, Pasal 354, dan pasal 355 KUHP.

 

Sumber : iNews.id