Elpi Manik Guru Swasta Ditemukan Tak Bernyawa di Parit, Ada Bercak Darah di Rumahnya

0
505
Elfi Manik, guru swasta ditemukan tak bernyawa dalam saluran irigasi.(foto/ist/hms/kolaseBP)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Elpi Manik SPd (26) seorang guru swasta penduduk Lumban Buntu, Nagori Laras Dua, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun ditemukan tak bernyawa di dalam saluran irigasi Huta II Nagori Laras Dua. Sementara, dalam rumahnya ditemukan bercak darah, anting dan beberapa helai rambut.

Informasi yang dirisil Pores Simalungun dan disampaikan melalui pesan digital, Minggu (23/12/2018) menjelaskan, jenazah guru swasta itu ditemukan Sabtu (22/12/2018) sekira pukul 14.30 Wib di Saluran Irigasi Huta II,  Nagori Laras Dua, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Hasil penyelidikan personil kepolisian Polsek Bangun dan Polres Simalungun, menjelaskan, pada Kamis tanggal 20 Desember 2018 pukul 19.00 Wib korban masih bertemu dengan Sando Revandi Sipayung (28) yang bekerja sebagai honor Satpol PP, dan mereka sempat makan bareng di Warkop Nongkrong yang  berada di belakang Kantor Bank Indonesia.

Dua hari kemudian, atau Sabtu tanggal 22 Desember 2018 sekira pukul 14.30 Wib, Kapolsek Bangun mendapat informasi dari Pangulu Laras Dua bahwa ada sesosok mayat perempuan di saluran irigasi tersebut.

Selanjutnya Kapolsek Bangung, AKP Putra Janti Purba SH bersama anggotanya menuju ke TKP. Sesampainya di TKP melihat temuan mayat yang setelah diidentifikasi bernama Elfi Manik.

Di lokasi, pertama melihat mayat itu adalah Relum Sagala yang saat itu ingin memasukan air ke kolam miliknya yang tak jauh dari TKP.

Ketika akan membuka riol saluran air, dia dikejutkan ada sesosok tubuh manusia terapung dalam air. Hal itu kemudian dilaporkannya kepada Gamot Huta Lumban Buntu, Asmen Sinurat

Dari pengembangan pengumpulan bahan dan keterangan (Puldata), polisi mencatat beberapa kronologi perjalanan Elfi Manik sebelum ditemukan meninggal dalam saluran irigasi.

Diantaranya, pada hari Jumat tanggal 21 Desember 2018 sekitar Pkl.10.30 Wib rekan kerja korban, Wiwit Sipayung (24) menelpon Sando Revandi Sipayung supaya datang kerumah korban untuk mengecek korban, karena korban tidak masuk kerja hingga pukul 10.00 Wib.

Kemudian Sando Revandi Sipayung pergi mengecek rumah korban, dan ditemukannya rumah korban dalam keadaan tertutup, lalu mengabari bahwa korban tidak ada di tempat kemudian Revandi pulang.

Pada pukul 13.00 Wib Sando Revandi Sipayung bersama dengan adiknya, Wiwit Sipayung pergi ke rumah korban, namun rumah korban masih dalam keadaan terkunci.

Sekira pukul 15.30 Wib Revandi Sipayung berkomunikasi dengan adik korban, Veronika Manik salanjutnya Veronika Manik menyuruh supaya  menghubungi tetangga untuk bersama-sama mendobrak pintu rumah korban.

Sando Revandi Sipayung bersama tetangga korban, menggedor pintu tetapi tidak ada jawaban. Lalu dicek pintu belakang, ternyata terbuka.

Kemudian Sando Revandi bersama tetangga melakukan pengecekan di dalam rumah, namun tidak menemukan korban.

Setelah ruang tamu dicek, Sando bersama tetangga korban menemukan ada bercak darah, anting dan beberapa helai rambut, serta pintu rumah depan dikunci dari dalam.

Atas kejadian tersebut, Pangulu Laras Dua menghubungi Polsek Bangun selanjutnya Polsek Bangun melakukan Olah TKP. Hingga saat ini motif tewasnya korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.(hms)

 

Editor : Maris