Fakta-Fakta Pembunuhan Janda Muda yang Membusuk di Rumah Kosong, Nomor 4 Menyeramkan

0
1
Tersangka pembunuhan perempuan membusuk di kamar mandi rumah kosong. (Foto: Amri WIjaya)
Dijual Rumah

Musi Rawas,  buktipers.com – Perempuan mudah berinsian WN (22) asal Lubuklinggau ditemukan tewas dengan kondisi mulai membusuk di kamar mandi rumah kosong di Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas.

Pelaku, Bagus Tri Atmajaya (23) anak pemilik rumah ditangkap dan mengakui perbuatannya membunuh WN.  Peristiwa ini menggemparkan warga Musi Rawas dan sekitarnya.

Setelah diamankan dan diperiksa, pelaku diduga membunuhan korban karena selisih paham mengenai uang usai berduanya kencan.

Berikut fakta-fakta terkait pembunuhan perempuan muda dan mayatnya ditemukan membusuk di kamar mandi.

1.Warga lihat lalat keluar masuk ventilasi kamar mandi Warga sekitar rumah kosong tempat penemuan mayat resah dengan aroma busuk yang menyengat. Warga yang mencari sumber bau busuk curiga dengan lalat yang keluar masuk melalui ventilasi rumah kosong. Kemudian warga bersama istri pemilik rumah, membuka rumah kosong tersebut dan mencari sumber bau di dalam rumah. Setelah dilakukan pemeriksaan hingga ke kamar mandi, warga kaget ada sesosok mayat perempuan dengan posisi duduk di kamar mandi dengan muka ditutupi selimut dan ditutupi seng, Sabtu (25/9/2021).  “Yang pertama kali menemukan mayatnya adalah istri Sutrisno, bernama Supriyatin. Karena mencium bau busuk, dan banyak lalat yang beterbangan keluar masuk melalui ventilasi,” kata Kades E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Hermanto.

2.Polisi sita bantal dan sprey sebagai barang bukti  Polres Musi Rawas bergerak cepat mengusut kasus pembunuhan janda yang mayat ditemukan membusuk di rumah kosong. Setelah melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan, beberapa jam kemudian terduga pelaku ditangkap tidak jauh dari TKP. Pelaku diidentifikasi Bagus Tri Atmajaya, anak pemilik rumah kosong yang sekaligus teman kencan korban. “Kerja sama Tim Reskrim, Intel dan Polsek pelaku ditangkap dengan beberapa barang bukti yang sudah ditemukan yakni peralatan yang digunakan dalam pembunuhan seperti seprai dan bantal” kata Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy, Senin (27/9/2021).

3.Pelaku kesal diminta uang tambahan karena susah cari uang

Di hadapan polisi, pelaku mengakui semua perbuatannya termasuk motif pembunuhan yakni kesal karena korban meminta uang tambahan.  Awalnya, pelaku dan korban yang sudah beberapa kali kencan sepakat dengan pembayaran sebesar Rp300.000. Namun usai kencan di hari terakhir Rabu (22/9/2021) malam, korban meminta tambahan Rp200.000. Pelaku mengaku sudah menjelaskan bahwa dirinya tidak lagi memiliki uang karena hanya bekerja sebagai buruh.  “Dia minta tambah, aku jawab tidak ada lagi. Terus ngomor kasar sebut nama binatang, jadi saya kesal,” ujar pelaku.

4.Pelaku temani mayat korban selama 3 hari

Pelaku yang belum memiliki istri ini juga mengaku usai membunuh tetap berada di rumah kosong yang merupakan rumah milik orang tuanya. Bahkan di malam pertama mayat korban belum dipindahkan ke kamar mandi. Mayat korban baru dipindahkan ke kamar mandi dan ditutupi seng sehari kemudian yakni Kamis (23/9/2021) siang.  Selain itu, tiap malam sejak Rabu (22/9), pelaku mengaku tetap tidur atau berada di rumah tersebut dan mayat korban berada di kamar mandi.

5.Pelaku dan korban sudah kencan tiga kali  Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi dan jejak komunikasi keduanya di handphone, keduanya sudah tiga kali kencan sejak Juni 2021.  “Berdasarkan jejak digital atau chat, keduanya sudah tiga kali kencan sejak Juni, Juli dan terakhir sesaat sebelum kejadian,” kata Kapolres.

6.Menyesal, pelaku meminta maaf sambil berurai air mata

Bagus Tri Atmaja (23), tersangka pembunuhan di rumah kosong Dusun V, Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura, Sumsel mengaku khilaf. Dia juga merasa menyesal atas perbuatannya dan meminta maaf kepada pihak keluarga korban. Dengan wajah tertunduk Bagus Tri Atmaja menjawab pertanyaan awak media saat press release di Mapolres Mura, Senin (27/9/2021). “Aku nyesal membunuh dio, (aku menyesal sudah membunuh dia). Saya memohon maaf kepada keluarga korban, saya khilaf dan menyesal, sekali lagi saya mohon maaf,” ucapnya sambil menunduk dan berlinang air mata.

 

Sumber : iNews.id