Beranda Nasional Fakta Seputar Gaji TNI yang Diusulkan Naik

Fakta Seputar Gaji TNI yang Diusulkan Naik

77
0
Ilustrasi Prajurit TNI. (Net)
Loading...

Buktipers.com – Jakarta

Pemerintah diminta Badan anggaran (Banggar) dewan perwakilan rakyat (DPR) menaikkan gaji pokok Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk periode 2020.

Hal ini disampaikan oleh anggota banggar DPR Fraksi Partai Demokrat, Hadi Wahyu Sanjaya beberapa waktu lalu. Dia menyebut kenaikangaji itu untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan TNI tahun depan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mempertimbangkannya. Menurutnya, tak hanya gaji TNI, pemerintah juga akan mempertimbangkan kenaikan gaji anggota Polri dan aparat penegak hukum lainnya.

Pemerintah sendiri tahun ini telah menaikkan gaji pokok TNI sebesar 5%. Keputusan kenaikan gaji tentara tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 16/2019 tentang Perubahan Kedua Belas atas PP 28/2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Peraturan kenaikan gaji TNI yang diundangkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada 13 Maret 2019, itu dilakukan dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kesejahteraan Anggota Tentara Nasional Indonesia.

Baca Juga!  BPN Dolok Sanggul Diminta Profesional Menjalankan Tugas

Kenaikan gaji TNI sebanyak 5% tahun 2019 ini dirapel pada Juni 2019. Rapelan itu dilakukan sejak Januari lalu.

Gaji Tamtama

TNI Tamtama golongan I dengan pangkat paling rendah Prajurit Dua Kelasi Dua mendapat gaji Rp 1.643.500 dengan masa kerja 0 tahun. Sebelumnya hanya mendapat Rp 1.565.200.

Sementara itu untuk gaji paling tinggi untuk jajaran Tamtama yakni dengan pangkat Kopral Kepala dengan masa kerja 28 tahun sebesar Rp 2.960.700. Sebelumnya mendapat Rp 2.819.500.

Gaji Bintara

Untuk jajaran Bintara, berpangkat Sersan II dengan masa kerja 0 tahun mendapat Rp 2.103.700. Sebelumnya hanya mendapat Rp 2.003.300.

Sementara itu untuk pangkat paling tinggi Pembantu Letnan I memperoleh gaji sebesar Rp 4.032.600 untuk masa kerja 32 tahun. Sebelumnya Pembantu Letnan I hanya digaji Rp 3.839.800.

Letnan II memperoleh Rp 2.735.300 untuk masa kerja 0 tahun. Sebelumnya hanya mendapat Rp 2.604.400. Sementara itu untuk pangkat Kapten menerima gaji sebesar Rp 4.780.500 untuk masa kerja 32 tahun. Sebelumnya mendapat Rp 4.551.700.

Baca Juga!  BNNK Pringsewu Dibentuk Serta Deklarasi Dan Penandatanganan Fakta Integritas Dan Zona Bersih Narkoba

Gaji Perwira Menengah

Pangkat terendah dari Perwira Menengah, Mayor mendapat gaji Rp 3.000.100 untuk masa kerja 0 tahun, sebelumnya memperoleh Rp 2.856.400. Sementara itu untuk Kolonel Rp 5.243.400 untuk masa kerja 32 tahun, sebelumnya Rp 4.992.000.

Gaji Perwira Tinggi

Untuk pangkat Brigadir Jenderal, Laksamana Pertama, Marsekal Pertama memperoleh gaji Rp 3.290.500 untuk masa kerja 0 tahun, sebelumnya Rp Rp 3.132.700.

Sedangkan untuk pangkat paling tinggi, Jenderal, Laksamana, Marsekal mendapat Rp 5.930.800 untuk masa kerja 32 tahun. Sebelumnya Rp 5.646.100.

Selain TNI, pemerintah juga telah menaikkan gaji pokok pegawai negeri sipil sebesar 5% tahun ini. Bagaimana perbandingan gaji TNI dan PNS setelah adanya kenaikan gaji tahun ini? Besar mana?

Mengutip Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi), terdapat sejumlah perubahan gaji PNS saat ini.

Baca Juga!  Panglima TNI Larang Prajurit Berpose dengan Simbol Jari

Dalam lampiran PP ini disebutkan, gaji terendah PNS (golongan I/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp 1.560.800 (sebelumnya Rp 1.486.500). Sementara gaji tertinggi PNS (golongan IV/2 masa kerja lebih 30 tahun) menjadi Rp 5.901.200 (sebelumnya Rp 5.620.300).

Untuk PNS golongan II (II/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp 2.022.200 (sebelumnya Rp 1.926.000), tertinggi (II/d masa kerja 33 tahun) menjadi Rp 3.820.000 (sebelumnya Rp 3.638.200.

Golongan III (III/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp 2.579.400 (sebelumnya Rp 2.456.700), tertinggi (III/d masa kerja 32 tahun) menjadi Rp 4.797.000 (sebelumnya Rp 4.568.000).

Sedangkan gaji PNS golongan IV terendah (IV/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp 3.044.300 (sebelumnya Rp 2.899.500), dan tertinggi (IV/e masa kerja 32 tahun) menjadi Rp 5.901.200 (sebelumnya Rp 5.620.300).

 

Sumber : detik.com

Loading...