Fani Bayi Umur 41 Hari Butuh Uluran Tangan Dermawan

0
4
Orang tua Fani tunjukkan benjolan di kepala anaknya.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Fani Ramadani, bayi perempuan berumur 41 hari, anak kedua dari pasangan suami istri, Paisal (34) dan Fatimah (30), warga Dusun 1, Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara, mengalami benjolan di bagian belakang kepala.

Akibat penyakit yang diderita anaknya itu, kedua orang tua Fani, sering melamun dan berfikir menghadapi kendala beban biaya buat perobatan anaknya untuk dirujuk ke rumah sakit.

Kedua orang tua Fani kepada wartawan mengatakan, anaknya sering kali menangis panjang karena kesulitan untuk tidur akibat benjolan di kepalanya yang semakin membesar.

Paisal juga mengaku tidak memiliki biaya untuk membawa anaknya berobat ke rumah sakit di Medan.

Sementara, penghasilan hanya cukup untuk makan, dan bekerja sebagai buruh tidak tetap di luar kampung.

Penghasilan saya pun tak tentu, hanya cukup untuk makan sehari hari, kata Paisal lagi.

Mengingat hal yang dialaminya sekarang ini, Paisal berharap kepada Pemerintah dan juga dermawan dapat membantunya.

Dan kepada pihak bertugas nantinya yang melakukan pengurusan berobat kerumah sakit di Medan agar dimudahkan BPJS-nya dan bisa sama dengan umum pengurusannya, supaya tindakan pengobatan terhadap anak saya tidak tertunda – tunda lagi yang akan menambah beban biaya kepada saya, ucap Paisal dengan sangat mengharapkan bantuan.

Sebelumnya, anak saya Fani ini lahir operasi caesar di rumah sakit. Di saat pada umur 15 hari, sudah kelihatan benjolan di kepala anak saya dan semakin lama semakin membesar hingga sampai sekarang ini, Fani sudah berumur 41 hari, jelasnya.

“Kami sudah konsultasi ke Puskesmas terdekat, dan oleh pihak Puskesmas, saya diarahkan untuk membawa anak saya ke Rumah Sakit Umum Sultan Sulaiman di Sei Rampah dan pihak Rumah Sakit Sultan Sulaiman kembali menyarankan saya untuk membawa anak saya ke Rumah Sakit Medistra atau rumah sakit di Medan dengan alasan tidak memiliki alat untuk melakukan tindakan operasi terhadap anak saya,”ungkap Paisal kepada wartawan, Sabtu (21/5/2022) sore.

 

(ML.hrp)