Focus Group Discussion Bahas Pengelolaan Ekowisata Daerah Tangkapan Air Danau Toba

0
254
Diskusi pengkajian dan kebijakan pengelolaan ekowisata daerah tangkapan air Danau Toba, di Kampus Kehutanan Aek Nauli, Jalan Raya Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Rabu (1/5/2019). (Foto/Stg)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup, berdiskusi dengan masyarakat terkait pengkajian dan kebijakan pengelolaan ekowisata daerah tangkapan air Danau Toba, di Kampus Kehutanan Aek Nauli, Jalan Raya Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Rabu (1/5/2019).

Acara diskusi dihadiri Kepala Seksi Program dan Evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ali Ngimron SHut MEng, Peneliti P3Sekpi Bogor, Dr Deden Djaenudin, Pengelola KHDTK Aek Nauli, Sutrisno, Camat Girsang Sipangan Bolon, Boas Manik, Camat Dolok Panribuan, Bangun Sihombing, Pangulu Pondok Bolu (Kepala Desa), Albiner Sinaga, Pangulu Nagori Sibaganding, Martno Wandi Bakkara dan puluhan masyarakat, di dua kecamatan dan dua nagori.

Kepala Seksi Program dan Evaluasi, Ali Ngimron dalam sambutannya, mengatakan, tujuan diskusi ini, ingin mendapatkan model kelembagaan apa yang paling baik untuk dikembangkan di wilayah sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTHK) Aek Nauli, sebagai ekowisata daerah Danau Toba yang menarik, tanpa merusak ekosistim hutan yang dapat dikelola oleh masyarakat sendiri.

Ali Ngimron berharap, agar ide-ide yang didapat dari masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan ekowisata daerah tangkapan air Danau Toba, sehingga dapat dikembangkan untuk tujuan kepariwistaan bukan hanya sekedar pertemuan.

Diskusi ini juga sebagai ajang sosialisasi untuk mempererat hubungan antar masyarakat dengan KHDTK Aek Nauli yang sama-sama tinggal, di sekitar Danau Toba khususnya di Kecamatan Girsip dan Dolok Panribuan, sehingga kedepan dapat bekerjasama untuk mengembangkan berbagai objek kepariwisataan, ungkap Ali.

Sementara Boas Manik, mengapresiasi pertemuan, karena dapat menjadi motivasi kepada masyarakat untuk turut mengembangkan kepariwistaan, khususnya di areal KHDTK Aek Nauli yang bermuara kepada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kita berharap aktivitas seperti ini, rutin dilakukan Litbang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sehingga warga mengerti bagaimana mengelola ekowisata tanpa menganggu ekosistim tangkapan air Danau Toba dan mengajak masyarakat untuk berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar KHDTHK,” harapnya.

(Stg)