Forum Musyawarah Masyarakat Terugikan Akan Lakukan Protes ke PLN Kualasimpang

0
405
Forum Musyawarah Masyarakat Terugikan (FMMT) saat bermusyawarah memutuskan akan melakukan protes atas kinerja PLN Cabang Kualadimpang, Rabu (30/10/2019) malam.
Dijual Rumah

Aceh Tamiang, buktipers.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Musyawarah Masyarakat Terugikan (FMMT), akan melakukan protes ke PLN Kualasimpang, di Jalan Ir. Juanda Karang Baru,  Aceh Tamiang, pada Rabu (5/11/2019) mendatang.

“Hal itu kami putuskan, setelah FMMT bermusyawarah malam tadi, dengan seluruh utusan dari tiap desa yang dirugikan,”kata Koordinator FMMT, Suherman S,  pada awak media, melalui pesan WhatsApp, Kamis (31/10/2019).

FMMT itu,  tergabung dari  warga masyarakat dari sejumlah desa diantaranya, Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, bersama warga dari Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu dan juga warga Kampung Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun Raya serta beberapa desa sekitarnya, seperti Karang Jadi.

“Pada hari Rabu (5/12/2019), kami ke sana untuk protes dan klarifikasi atas layanan PLN  yang selama ini dinilai sangat merugikan warga, akibat seringnya pemadaman secara dadakan,”ujar Herman.

Musyawarah tadi malam dihadiri para perangkat desa,  tokoh masyarakat,  MDSK dari tiap desa. Dan juga Manager dari pabrik kelapa sawit, PT. Seumadam, Ir. Rusli yang juga kecewa dengan pelayanan PLN,  kata Suherman, kordinator FMMT yang juga Sekretaris Serikat Buruh Muslim Indonesia (SARBUMSI)  Kabupaten Aceh Tamiang.

Menurut Herman,  pihaknya mencoba untuk melakukan dialog secara terbuka yang nanti melibatkan Forkopimda Plus,  dengan pihak PT. PLN Cabang Kualasimpang atas layanan selama ini yng sangat merugikan warga.

Banyak alat rumah tangga, seperti barang elektronik  yang rusak,  akibat kinerja  PLN yang sering memutuskan aliran listrik secara mendadak, katanya.

Selain itu,  banyak usaha rumah tangga (home industri)  warga yang saat ini terancam gulung tikar, dikarenakan pemadaman mendadak yang dilakukan pihak PLN,  tambahnya.

“Kami dikecewakan akibat pemadaman yang sering kali, terlebih di saat medekati ibadah waktu sholat magrib dan sholat Jumat. Hal itu sangat  kami rasakan,”ujarnya.

Selain itu,  di kampung  kami belum menerima penerangan bersubsidi, berupa lampu jalan di tempat-tempat  yang dianggap kepentingan umum. Padahal, kami selalu membayar pajak saat membeli token listrik, ungkapnya lagi.

Bila PLN tidak menanggapi, kami akan datang dengan massa yang lebih banyak lagi ke PLN, ujar Suherman, salah satu relawan deklarator Tim Jokowi – Ma’ruf Amin,  di Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Jokowi – Ma’ruf  Kabupaten Aceh Tamiang.

“Surat pemberitahuan terkait kegiatan ini akan kami layangkan hari Senin (4/11) besok ke Kepolisian Resor Aceh Tamiang,”tutupnya.

 

(Tarmizi Puteh/Red)