Beranda Nasional Gadis Asal Siantar Ini Meninggal Dunia di Malaysia, Kakaknya Nangis Bercerita

Gadis Asal Siantar Ini Meninggal Dunia di Malaysia, Kakaknya Nangis Bercerita

253
0
Kondisi Wilda Apriani Napitupulu di Rumah Sakit Kajang Selangor Malaysia dan Hakim Napitupulu ayah dari Wilda Apriani Napitupulu saat ditemui di rumahnya di Gang Jafar Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Kamis (9/5/2019). Kabar terkini Wilda Apriani Napitupulu yang menderita keracunan timbal telah meninggal dunia di Rumah Sakit Kajang Selangor Malaysia sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (9/5/2019). Tribun Medan
Loading...

Buktipers.com – Siantar

Gadis asal Kota Pematangsiantar, Wilda Apriani Napitupulu yang menderita keracunan timbal telah meninggal dunia, di Rumah Sakit Kajang Selangor Malaysia, sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (9/5/2019).

Demikian disampaikan Nita Napitupulu, kakak dari Wilda Napitupulu, via seluler.

Nita mengungkapkan, kondisi Wilda semakin buruk ketika didatangi ibunya, Rubiah. Kata Nita, tiba-tiba detak jantung Wilda berhenti.

“Tadi nelfonan dengan ibu ternyata Wilda sudah tidak ada lagi,”ujarnya sembari menangis.

Suara Nita yang terdengar berat mengungkapkan tengah mengurus administrasi untuk membawa jenazah Wilda pulang ke Indonesia.

Ia juga sedang berkordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk membantu proses administrasi.

Saat disinggung apakah meninggalnya Wilda karena lambannya operasi karena terkendala biaya, Nita tak menjawab banyak. Ia memastikan kondisi Wilda terus dalam kondisi buruk.

“Kondisinya memang terus memburuk. Ini terkahir tiba-tiba detak jantungnya lemah dan berhenti,”ujarnya.

Seperti diketahui, Wilda Apriani Napitupulu (28), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tengah dalam kondisi sangat kritis selama tiga hari.

Baca Juga!  4 TKI Tewas dalam Kebakaran di Arab Saudi, Keluarga Ikhlas

Wilda tidak dapat menjalani operasi karena terkendala biaya. Fotonya viral di media sosial facebook. Gadis yang baru dua bulan bekerja di Selangor Malaysia ini menjalani operasi di Hospital Kajang Malaysia. Ia merupakan putri dari orang tua yang bekerja sebagai buruh bangunan dan tukang pijat kampung. Wilda merupakan alumnus dari SMK Swasta Parbina Kota Pematangsiantar. Ia berangkat ke Malaysia untuk bekerja bersama dengan teman satu kampungnya.

Sebelumnya, ayah Wilda, Hakim Napitupulu (60) tampak pasrah mengetahui putrinya Wilda Apriani Napitupulu dalam keadaan koma di Hospital Kajang Selangor Malaysia. Hakim Napitupulu ditemui tribun-medan.com, di kediamannya di Gang Jafar, Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar menceritakan kondisi terakhir anak keduanya ini.

Hakim menjelaskan putrinya Wilda mengidap penyakit keracunan timbal (Plumbism) atau seperti racun atau virus yang sudah menyerang bagian otak, tulang belakang, dan organ lain.

Hakim yang bekerja tidak tetap ini mengungkapkan tengah terkendala biaya untuk melanjutkan operasi Wilda di Malaysia. Pihak rumah sakit meminta biaya untuk operasi sebesar 10 ribu ringgit atau Rp 34 juta.

Baca Juga!  Pria Hong Kong Lecehkan TKI di Kamar Mandi 6 Kali

Ia mengungkapkan selama ini biaya perawatan anaknya selama tiga hari di rumah sakit dibiayai keluarga dan teman anaknya di sana.

“Gimanalah ya. Aku pun bekerja kadang sebagai tukang bangunan, bekerja di kebun orang, apa sajalah. Biaya operasi juga mahal itu,”ujarnya, Kamis (9/5).

Hakim mengungkapkan terakhir berkomunikasi dengan putrinya melalui video call WhatsApp. Ia sedih melihat kondisi anaknya yang sudah menggunakan tabung oksigen dan tidak sadarkan diri. Ia pun masih menunggu kabar terbaru dari istrinya, Rubiah yang datang melihat kondisi putrinya.

Kakak Wilda, Nita Napitupulu (30) menjelaskan hasil pemeriksaan dokter di Malaysia. Kata Nita, Wilda hanya memiliki kemungkinan sedikit untuk hidup. Jika pun menjalani operasi, kemungkinan Wilda lumpuh permanen. Namun, jika tidak menjalani operasi maka racun itu akan terus merenggut nyawa adiknya.

Nita pun sempat meminta kepada pihak rumah sakit untuk tidak melakukan operasi. Namun, pihak rumah sakit menolak dengan alasan dapat mebahayakan Wilda selama perjalanan di pesawat.

Baca Juga!  IKWI Sumbar siap Antisipasi Perkembangan Jiwa Anak

“Kami inginnya memang operasi. Tetapi, kami tidak ada dana. Makanya, kami minta untuk bawa pulang belum bisa dikasih karena kondisi sudah kritis,”katanya.

Nita menjelaskan Wilda mulai bekerja sebagai pelayan di Restoran Thailand di Malaysia pada dua bulan yang lalu. Nita mengaku bahwa adiknya itu memang sering mengeluh sakit bagian lambung, sering muntah-muntah, dan pusing. Ia pun mengetahui adiknya masuk rumah sakit dari teman-teman di Malaysia.

Bola mata Nita pun tampak berkaca-kaca ketika mendengar usulan dokter untuk melihat kondisi adiknya yang semakin mengkhawatirkan.

“Kata dokter harus dipercepat. Orgtua harus datang lihat kondisi. Karena tidak dapat diselematkan lagi. Karena ini Fifty-Fifty bisa diselamatkan atau tidak,”katanya.

Nita yang sudah berkeluarga berharap ada bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia serta pemerintahan Indonesia.

“Kita harapkan operasi di sana. Tapi terkendala biaya. Makanya kita berharap ada dari KBRI dan pemerintahan ada yang membantu,”ujarnya.

Sumber : tribunnews.com

Loading...