Gadis Dibawah Umur Diculik, Lalu Diperkosa Bergiliran dan Dijual

0
738
Kapolres Cianjur saat memberikan keterangan.
Dijual Rumah

Cianjur, buktipers.com – Nasib sial yang dialami AL (17), seorang gadis di bawah umur, warga Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur. Dia diculik saat sedang tertidur lelap, di rumah neneknya, di Kecamatan Cibinong, Rabu (2/10/2019) lalu, pukul 04.00 WIB.

Korban AL, diculik seorang tersangka JR (54), yang masuk melalui jendela rumah milik  Jr, lalu membekap AL hingga tak sadarkan diri.

Tersangka lalu membawa korban ke wilayah kota Cianjur, yang jaraknya sekitar 4 jam. Di tempat penyekapan, di wilayah Gang Harapan.

Setelah diculik, selama empat hari, AL disekap tiga orang tersangka, yakni, JR (54), AH (44), dan ED (40).

Awal mula kejadian, pada hari Rabu (2/10/2019), sekira pukul 04.00 WIB, Jajang mendatangi rumah nenek korban, di daerah Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur.

Kemudian tersangka Jajang, masuk ke kamar korban, melalui jendela dengan cara mencongkel jendela tersebut.

Setelah itu, pelaku menyekap korban dengan menggunakan kain wama hitam, hingga korban tidak sadarkan diri dan membawanya ke Gg. Harapan ll RT 002 RW 013, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur (atau tepatnya di Rumah Jajang).

Ketika korban tersadar, temyata korban sudah berada di rumah pelaku Jajang dan sudah dalam keadaan bugil (t idak memakai pakaian).

Setelah itu, korban diperkosa Jajang dan dilanjutkan Abdul Hidayat dan Edo (DPO), secara bergantian selama 4 hari.

Selama disekap, korban diperkosa secara bergilir dan apabila menolak untuk diperkosa, korban ditodong dengan mempergunakan pisau oleh Jajang dan diancam akan dibunuh.

Kemudian pada hari Jumat (4/10/2019),  korban diperkosa kembali oleh Edo, kemudian dibayar Rp.200.000, tetapi uang tersebut diambil Jajang, dan kemudian dipakai ongkos ke Jakarta.

Dan pada hari Sabtu (5/10/2019) pagi, korban dibawa ke Jakarta oleh Jajang, ke rumah Yani.

Korban disuruh menjadi pembantu rumah tangga. Namun Yani bilang kepada korban, bahwa korban tidak waras. Sehingga akhirnya korban dibawa pulang lagi sama Jajang, pada Minggu dini hari (6/10/2019), sekitar pukul 01.00 WIB, dengan menggunakan Bus Karunia Bakti.

Korban bersama dengan Jajang, turun di pertigaan Pasirhayam, lalu korban dan pelaku jalan kaki ke rumah Jajang, sekitar pukul 02.00 WIB.

Ketika di rumah Jajang, dia mengajak korban bersetubuh, namun korban tidak mau, dan korban pun kabur dari rumah pelaku, sekitar pukul 03.00 WIB. Dan kasusnya pun sudah ditangani pihak Polres Cianjur.

Barang bukti yang diamankan, yaitu, 1 (satu) unit sepeda motor Satria FU dengan nopol : F5241-TS warna hitam polet putih tanpa kunci kontak, 1 (satu) buah HP merk ”NLG” wama hitam milik Jajang, 1 (satu) buah HP merk Nokia type 216 warna hitam, milik  tersangka Abdul Hidayat als Dayat, 1 (satu) Hp merk Hotwa, warna hitam, milik Abdul Hidayat als Dayat, 1 (satu ) unit sepeda motor Honda Revo Fit dengan Nopol :F-3191-X, warna hitam, 1 (satu) buah kunci kontak sepeda motor Honda Revo Fit, dan 1 (satu) lembar STNK sepeda motor Honda Revo Fit, nopol:F-3191 -X, warna hitam.

Atas perbuatan tersebut, pelaku dijerat dengan  pasal 81 ayat (1) UU Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang penerapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan perempuan dan anak.

(Stg)