Beranda Hukum Gadjah Puteh, Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer UNBK ke Polda Aceh

Gadjah Puteh, Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer UNBK ke Polda Aceh

62
0
Indikasi penyelewengan atau dugaan Tipikor telah dilaporkan ke Polda Aceh, Jumat 28/12/2018, degan Nomor Agenda SET: 913/D/XII/2018. (foto/Tarmizi Puteh)
Loading...

Buktipers.com – Aceh Tamiang (Aceh)

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gadjah Puteh melaporkan dugaan korupsi pengadaan Komputer persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2018, tingkat SMP se Provinsi Aceh ke Polda Aceh.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh, Said Zahirsyah Almahdaly dalam siaran persnya yang diterima Buktipers.com, Selasa (31/12/2018).

LSM Gajah Puteh sebelumnya telah mengendus adanya dugaan korupsi miliaran rupiah pengadaan komputer yang diduga dilaksanakan PT Surya Digital Makmur, pemenang tender pengadaan tersebut, ungkapnya.

“Aceh Tamiang akan kami jadikan pintu masuk untuk membongkar kecurangan tersebut karena bukan tidak mungkin praktik permainan spesifikasi pengadaan komputer juga terjadi di kabupaten lainnya se Provinsi Aceh, yang nilainya sangat fantastis mencapai miliaran rupiah, “kata Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh, Said Zahirsyah Almahdaly.

Menurutnya, indikasi penyelewengan atau dugaan Tipikor itu telah dilaporkannya ke Polisi Daerah (Polda) Aceh, pada Jumat (28/12/2018) lalu, dengan Nomor Agenda SET: 913/D/XII/2018.

Sebelumnya diketahui, ratusan unit komputer persiapan UNBK ini telah disalurkan ke sejumlah sekolah tingkat SMP di seluruh kabupaten se Aceh. Dan kabupaten Aceh Tamiang,  menurut informasi, menerima pengadaan komputer paling banyak, yaitu sejumlah 680 unit dengan anggaran sekitar Rp 8,9 miliar atau sedikitnya ada 34 sekolah tingkat SMP di Aceh Tamiang yang menerima komputer tersebut.

Baca Juga!  Camat Runjung Agung Berikan Solusi Atasi Debu Kepada Masyarakat

Sedangkan untuk seluruh kabupaten/kota se Provinsi Aceh,  anggarannya mencapai Rp 83 miliar.

Berdasarkan data yang diperoleh LSM Gajah Puteh terkait ketidak sesuaian speksifikasi,  sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang melalui suratnya Nomor : 422.1/D2/1558 ter tanggal 16 April 2018 telah mengajukan usulan permintaan komputer untuk menghadapi UNBK dengan spesifikasi komputer dengan merek Lenovo AIO V310z (Core i5-7400 4GB ITB Win 10 Pro).

Usulan tersebut sehubungan adanya pengadaan komputer FC All In One, pada Dinas Pendidikan Provinsi Aceh untuk SMP di Disdikbud Aceh Tamiang, bersumber dari dana Otsus 2018.

Namun barang yang dikirim oleh pihak rekanan pemenang tender ke sejumlah sekolah di SMP, ternyata berbeda merek dan spesifikasinya.

“Dari penelusuran LSM Gajah Puteh di sekolah SMP di Aceh Tamiang, ternyata barang yang dikirim ke Aceh Tamiang adalah komputer model Veriton Z4640G merek Acer Gen Intel core i3 processor 7100  dengan  berkisar Rp 6-7 juta/unit,” ungkapnya.

Baca Juga!  Polisi di Riau Dikeroyok saat Tangkap Pengedar Narkoba

Gadjah Puteh juga telah mendapatkan harga pembanding dari distributor yang sama di Jakarta yakni, PT. ACER Indonesia |Commercial Business Divisiondengan tipe komputer VZ4640 DOS : VZ4640 / Core i3-7100 / 4GB DDR4 / 1TB HDD / DVDRW / WiFi 802.11 ac/b/g/n+BT / USB Keyboard+Mouse / DOS @: IDR 7,500,000,- inc vat, price valid until September 2018, min qty 500 units,FOB JKT, indent 8-10 weeks.
Berikutnya komputer tipe VZ4640 Win10Pro Edu (khusus pendidikan): VZ4640 / Core i3-7100 / 4GB DDR4 / 1TB HDD / DVDRW / WiFi 802.11 ac/b/g/n+BT / USB Keyboard+Mouse / Win10Pro [email protected]: IDR 8,250,000,- inc vat, price valid until September 2018, min qty 500 units,FOB JKT, indent 8-10 weeks.

“Dalam spek berita acara serah terima barang dengan pihak sekolah, seharusnya pihak pertama/rekanan dari PT Surya Digital Makmur, membeli komputer seharga Rp 13 juta/unit. Tapi faktanya komputer yang dibeli seharga Rp 7.500.000/unit. Artinya pemborong proyek ini diduga telah memark up harga untuk meraup keuntungannya separuh sendiri,”bebernya.

Akibat pengadaan komputer yang diduga tidak sesuai spesifikasi, karena tidak sesuai dengan usulan spesifikasi komputer yang diminta Dinas Pendidikan Atam. Selain nanti merugikan negara, juga berpotensi cepat rusak, akibat tidak sesuai perencanaan.

Baca Juga!  Antisipasi Penyakit Hepatitis, Dinkes Berikan Penyuluhan Di SDN 17 Kayuagung

Selain itu, menurut Said, ada kejanggalan saat mendistribusikan komputer – komputer tersebut,  kata Direktur LSM Gadjah Puteh.

“Seluruh komputer tersebut tidak didistribusikan langsung ke Dinas Dikbud Aceh Tamiang,  tetapi oleh distributor rekanan pelaksana, komputer tersebut dititipkan di sebuah rumah toko (ruko), di kawasan Desa Johar, Kecamatan Karang Baru ,“ujarnya.

Selanjutnya baru komputer – komputer tersebut, diambil oleh para kepala sekolah SMP masing – masing dengan dikoordinir Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) khusus SMP se Kabupaten Aceh Tamiang, atas nama Ayub.

Ironisnya lagi, tambah Said, saat penerimaan barang atau serah terima barang, pihak sekolah penerima tidak dilakukan pengecekan. Begitu juga dengan pihak Disdikbud Aceh Tamiang.

“Seharusnya bila komputer tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi dapat ditolak oleh penerima,“ imbuh Ketua LSM Gajah Puteh.

Said sangat menyayangkan, sekolah SMP sebagai penerima manfaat tidak mengetahui komputer yang diterima bisa jadi barang KW, karena tidak ada rekomendasi oleh dinas. Ditambahkannya, rekanan, PPTK dan tim PHO paket pengadaan komputer ini, semuanya dari provinsi, tidak melibatkan Dinas Pendidikan Aceh Tamiang. (Tarmizi Puteh /Red)

Loading...