Beranda Siantar Gadril Hilang dari Jalinsum Parapat, APH Diminta Turun Tangan

Gadril Hilang dari Jalinsum Parapat, APH Diminta Turun Tangan

358
0
Raibnya gadril disinyalir akibat maraknya pembangunan warung, di kawasan Nagori Sibaganding Sualan-Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Gorsip), Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dan seolah tidak memikirkan keselamatan pengguna kenderaan. Padahal arus mudik lebaran 2019 sebentar lagi akan mengalami peningkatan. (Foto/Stg)
Loading...

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Ratusan meter gadril atau pagar pengaman jalan, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Parapat – Siantar tidak terlihat lagi alias hilang.

Raibnya gadril tersebut disinyalir akibat maraknya pembangunan warung, di  kawasan Nagori Sibaganding Sualan-Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Gorsip), Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dan seolah tidak memikirkan keselamatan pengguna kenderaan. Padahal arus mudik lebaran 2019 sebentar lagi akan mengalami peningkatan.

Sementara Aparat Penegak Hukum (APH) seolah melakukan pembiaran. Hal ini terlihat, beberapa bulan terakhir ini dengan banyaknya gradil yang dibuka sesara sembunyi – sembunyi. Namun sampai berita ini diturunkan ke redaksi, belum ada upaya yang berwenang.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Richard Sidabutar, ketika dihubungi melalui selulernya, Selasa (21/5/2019) mengatakan, bahwa dia juga terkejut ketika melihat gradil yang dulunya terpasang dengan rapih, namun sekarang nyaris tidak kelihatan lagi.

Baca Juga!  Warga Sibaganding Bersihkan Jalinsum Parapat Bersama TPL

Richard juga berharap agar APH segera turun tangan, karena sudah mengarah pada pengerusakan kepentingan umum.

Sebab saya ingat proyek pembuatan gadril itu sangat mahal dan baik untuk keamanan dan kenyamanan para pengendara, terlebih di malam hari, ungkapnya.

Lanjut Richard, diantara gadril itu kan sudah ada tanda-tanda dan rambu lalin yang sengaja dipasamg, guna memudahkan para pengendara.

Terpisah, salah seorang warga Parapat, Luhut Patar Silalahi, mempertanyakan menjamurnya pembangunan warung-warung yang sebahagian besar diduga tidak memikiki izin.

Lanjutnya kepada buktipers.com, pendirian bangunan di sepanjang bahu jalan provinsi ini tidak ada yang menghiraukan keberadaan gadril di sepanjang bahu jalan dan diduga sengaja dibongkar gadrilnya supaya tidak terhalang untuk masuk ke area warung.

Baca Juga!  Alekson Silalahi yang Tinggal Sendirian di Rumahnya Ditemukan jadi Arang

Dan seingat saya, sepanjang Jalinsum Sibaganding-Parapat, gadril-gadril itu diperkirakan ada sepanjang ratusan meter, degan klasifikasi 3 meter satu gadril, plus tiang dengan panjang 1 meter sebagai penyanggah gadril yang terbuat dari plat semi baja/stanlis padat, ujarnya.

Luhut juga menambahkan, bahwa tiang gadril itu sudah dicor pakai semen dengan kedalaman sekira 30 Cm, namun tetap saja dibongkar.

Lalu jika itu semua raib dan dibiarkan dan dirusak hanya dengan mempermudah jalan masuk untuk warung-warung, di kawasan sepanjan Jalinsum Parapat, maka mereka harus dapat mempertanggung jawabakan dugaan pengerusakan dan menghilangkan gadril yang notaben menghabiskan APBD Provinsi Sumut. Perlu ada penyelidikan dan sudah dimana gadril-gadril yang dibongkari warga itu, kata Luhut Patar.

Baca Juga!  Kapolres Simalungun : Besar Kemungkinan akan Terjadi Longsor Susulan

(Stg)

Loading...