Gagal Petik Septor, Ewin Nyaris Tewas Diamuk Massa

0
103
Foto tersangka dan barang bukti.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Salimudin alias  Ewin (30), warga Dusun I Desa Cinta Air, Kecamatan Perbaungan, nyaris tewas diamuk massa, setelah gagal mengambil sepeda motor Yamaha NMAX, warna hitam, Nopol BK 3950 MBC yang sedang parkir di Dusun Kenari, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (24/11/2020), lalu, pukul 20.00 WIB.

Atas kejadian tersebut, korban Nur Sasmita (18), warga Dusun I A, Desa Suka Sari, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Sergai, membuat laporan ke Polsek Perbaungan.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang, di dampingi Kapolsek Perbaungan, AKP Viktor Simanjuntak, kepada wartawan, Rabu (25/11/2020) mengatakan, korban bersama temannya, mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam dan singgah di toko fotocopy, di TKP.

Kemudian, korban bersama temannya, memarkirkan sepeda motor (Septor) tersebut di depan fotocopy. Dan setelah itu, bersama temannya, korban sedang memfotocopy.

Tiba-tiba, teman korban melihat sepeda motor miliknya dinaiki tersangka dan menghidupkan sepeda motor milik korban.

Melihat itu, teman korban mendatangi tersangka yang menaiki sepeda motor tersebut dan langsung mengambil kunci sepeda motor.

Kemudian, korban menanyakan kepada tersangka, “Abang mau ngapai ?..”. Kemudian pelaku tersentak dan melarikan diri karena ketakutan.

Dan saksi meneriaki “Maling.. maling..” dan warga sekitar pun ikut membantu, mengejar pelaku yang lari ke balakang rumah warga yang kondisinya sangat gelap.

Saat kejadian tersebut, kepala dusun dan salah seorang warga, menghubungi team Ops Polsek Perbaungan.

Dan beberapa saat dilakukan pencarian bersama warga sekitar dengan mengepung semua dusun, berhasil mengamankan tersangka yang belakangan diketahui bernama Salimudin alias Ewin.

Untuk menghindari amukan massa,  personel langsung mengamankan tersangka ke komando dan berikut barang bukti, berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Nmax milik korban.

“Tersangka dijerat pasal 362 Jo Pasal 53 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,”ungkap Kapolres.

 

(ML.hrp)