Galian C Bermasalah, Ada Oknum Kades ‘Melobi?’, Begini Jawaban Kadis dan Kasat  

0
215
Galian C di Desa Serbananti yang telah diperintahkan stop oleh polisi setelah warga desa melakukan aksi protes untuk menghentikan penambangan selamanya.(foto/dok/kolaseBP)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Sergai (Sumut)

Proyek Galian C milik pengusaha inisial SS di Desa Serbananti, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei) baru lalu telah diperintahkan agar menghentikan aktivitas di kawasan itu, bahkan sejumlah warga setempat sempat unjukrasa agar tidak lagi ada pengerukan galian tambang, karena dianggap telah merusak lingkungan hidup.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga telah menerbitkan surat, yang menjelaskan Daerah Aliaran Sungai (DAS) telah rusak, dan sesuai amanah Undang undang, maka pengusaha harus memperbaiki alur dan dinding sungai yang rusak tersebut, tapi hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda direalisasi.

Ale-ale, belakangan muncul isu, yang menyelentingkan ada oknum Kepala Desa (Kades) “melobi” ke instansi terkait. Oknum itu disebut-sebut pernah datang ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP.

Syafrial Budi selaku Kadis Lingkungan Hidup, ketika dikonfirmasi Buktipers.com, tidak membantah terkait kedatangan oknum Kades itu ke kantornya.

“Waktu itu mereka ke Satpol PP, dibawa Kabid sama Kasinya ke Lingkungan Hidup. Satpol PP yang bawa ke kita,” ungkapnya menjelaskan.

Tapi anehnya, jawaban Kadis kurang “nyambung” dengan jawaban Kasatpol PP, Fajar Simbolon, yang mengatakan bahwa oknum Kades itu terlebih dahulu datang ke Dinas Lingkungan Hidup, kemudian datang ke Kantor Satpol PP.

“Kebetulankan kita lama Camat di Sipispis, pak R (Kades) itu kan bekas kepala desa saya, pernah dia datang ke kita. Waktu dia ke lingkungan hidup, dia singgah ke Satpol PP,” jawab Kasat.

Kepada Buktipers.com, warga setempat, Selasa (8/1/2019) mengatakan, bahwa mereka marah dengan oknum Kades tersebut, karena dinilai mengurusi yang bukan urusannya.

“Suruh aja dia ngurusin desanya, jangan ikut campur sama (urusan) desa kami, karena kami khawatirkan, kami bisa marah sama dia,” tegas salah satu warga yang menolak ditulis namanya. (Irlan.S)