Galian C Langgar Aturan, Camat Sipispis: Pengawasan Dinas Terkait Belum Maksimal  

0
545
Usaha galian C milik SS di pinggiran daerah aliras sungai, Desa Serbananti, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergei.(foto: irlan.s/kolaseBP)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Sergai (Sumut)

Pengusaha tambang Minerba (mineral bukan batu bara) atau galian C di tangkahan batu Sigala-gala ternyata sudah dipanggil pihak kecamatan untuk dimintai keterangannya mengenai dugaan adanya penyalahgunaan izin.

Pengusaha galian C yang dipanggil itu berinisial SS. Saat di kantor Camat Sipispis, SS bahkan telah membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan melakukan penambangan di luar batas koordinat sesuai izin yang dimiliknya.

Tambang galian C milik SS itu berada di pinggiran Sungai Bah Bolon, Desa Serbananti, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergai.

Belakangan ini, usaha galian C yang sudah beroperasi sangat lama itu mendapat protes keras dari masyarakat, bahkan masyarakat sekitar membuat surat pernyataan menolak keberadaan usaha tambang galian C milik SS itu.

Tidak hanya itu, tokoh pemuda yang juga pengurus partai di daeah itu ikut ambil sikap, dan meminta agar usaha galian C tersebut ditutup saja, karena lingkungan atau ekosistem sekitar sudah rusak parah akibat galian C yang ada di kawasan DAS itu.

Keterangan diperoleh dari berbagai sumber,  kuat dugaan pengusahanya telah mengekspansi penggalian hingga diluar batas izin yang diberikan kepadanya, atau diduga sudah melanggar dari ketentuan izin yang ada.

Dugaan itu diutarakan Hasan, anggota Trantib Satpol PP Kecamatan Sipispis. “Sudah kami bilangi agar jangan memancing kemarahan warga. Penggampengan itu di luar (prosedur, -red), dan merusak tatanan yang sudah ada. Jika dilanggar berarti dia berani menghadap hukum,” jelas Hasan.

Demikian juga keterangan Camat Sipispis, M.Kahar Efendi, kartanya pengusahanya berinisial SS sudah pernadh dipanggi.

“Pengusaha sudah pernah kita panggil, dan sudah membuat surat pernyataan tidak akan melanggar batas yang ditentukan,” kata M.Kahar Efendi.

Hal ini terjadi, imbuh Camat, dimungkinkan karena kurang maksimalnya pihak dinas terkait dalam melakukan pengawasan terhadap usaha-usaha galian C yang ada di kawasan itu.

“Kalau kami tidak punya wewenag, sifatnya hanya mengimbau dan melaporkan. Dinas yang mengeluarkan izin (Pemprov Sumut, -red) belum maksimal dalam melakukan pengawasan,”  tukas Camat Soipispis.

Sementara itu, Kepala BNPB, Endrik, ketika dimintai tanggapannya oleh wartawan Buktipers.com, berjanji akan mengkoordinasikannya dengan instansi terkait.

“Kami akan berkoordinasi ke instansi terkait, ke instansi domain yang berwenang. Kabarnya hari ini Kasatpol PP akan turun ke lokasi,” kata Endrik.

Informasi yang didapat Buktipers.com di lapangan, dikabarkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara akan turun ke lokasi bersama Satpol PP Kabupaten Sergai.

“Nanti tim dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Satpol PP meninjau lokasi,” jelas salah satu wartawan di Sei Rampah.

Terpisah, warga setempat kepada Buktipers.com, Jumat (23/11/2018) mengatakan, aktivitas pengalian tambang galian C itu sempat berhenti satu hari, tapi sudah beroperasi lagi.

Warga berharap agar wartawan tidak mundur untuk membantu masyarakat melakukan pengawasan terhadap galian C yang dikhawatirkan akan merusak lebih parah lagi lingkungan sekitar penambangan.(Irlan.S)

 

Editor : Maris