Gandime Diyanto : Pemekaran Secawar Bukan Dilupakan tapi Terganjal Batas Wilayah

0
20
Lampiran foto surat penyataan dan foto Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Lingga, Kepri.
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Viral di media sosial facebook, foto surat pernyataan janji Dusun ll Secawar, menjadi desa pemekaran dari Desa Tanjung Kelit, dan lengkap terlampir materai dan tandatangan pasangan calon Bupati Lingga, Alias Wello – M. Nizar, pada tahun 2015 yang hingga kini tidak dipenuhi.

Hal itu pun langsung ditanggapi Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Lingga, Gandime Diyanto dan Kasubbag Humas Pemkab Lingga, Pikrizal.

Dikatakan Gandime Diyanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga ingin meluruskan isu – isu miring yang beredar di media sosial, karena seolah – olah pemerintah melupakan pemekaran Dusun II Secawar, Desa Tanjung Kelit, yang saat ini masuk wilayah Kecamatan Bakung Serumpun, hingga masuk perhelatan Pilkada Lingga yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Soal pemekaran Dusun Secawar itu, bukan dilupakan. Tapi, ada persoalan batas wilayah antara Desa Tanjung Kelit dan Desa Pasir Panjang yang tak clear,” tegas Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Lingga, Gandime Diyanto, pada Selasa (3/11/2020).

Pria yang akrab disapa Gandi itu mengatakan, usulan pemekaran Dusun Secawar menjadi desa baru yang lepas dari Desa Tanjung Kelit sudah sering dibahas bersama dengan masyarakat dan perangkat pemerintahan desa setempat.

“Sekali lagi, bukan dilupakan. Tapi, memang syarat utamanya tak terpenuhi. Kesepakatan mengenai batas wilayah antara Tanjung Kelit dan Pasir Panjang, tak pernah selesai,” ucap Gandi.

Sebagaimana diketahui, selama 4 tahun pemerintahan Alias Wello – M. Nizar, memimpin Kabupaten Lingga, keduanya sukses memekarkan 3 kecamatan dan 11 desa baru.

Keberhasilan pria yang akrab disapa AWe itu, memekarkan Kecamatan Senayang menjadi 4 kecamatan, membuat sejumlah koleganya sesama Bupati, di beberapa daerah memberikan julukan “Raja Pemekaran”.

“Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi ini sebuah fakta. Kalau mau bicara tentang pemekaran, belajarlah ke Lingga. Karena itu, dalam visi misi saya dan pak Dalmasri, pemekaran wilayah itu menjadi salah satu target,”tutup Kasubag Humas Pemkab Lingga, Pikrizal.

Sementara, Siron, salah seorang warga Desa Tanjung Kelit yang dikonfirmasi wartawan, melalaui  telpon seluler, Rabu (4/11/2020), sekira pukul 09.52 WIB, terkait janji Dusun Secawar akan dijadikan desa pemekaran, mengatakan, “Sebenarnya kami sangat kecewa terhadap pernyataan tertulis mengenai janji yang dibuat paslon Alias Wello – M. Nizar, kepada kami sebelumnya. Banyak hal menurut kami mengganjal yakni Desa Buyu dan Desa Berejong saat ini dijadikan Desa Persiapan yang mana jumlah kepala keluarga (KK) keduanya jauh di bawah banyaknya jumlah KK, warga Dusun Secawar yang mencapai hampir 100 lebih KK, namun hingga kini tidak dimekarkan”.

(R/Zul)