Beranda Hukum Gara – gara Rp200 Ribu, Santi Devi Malau Kehilangan Nyawa

Gara – gara Rp200 Ribu, Santi Devi Malau Kehilangan Nyawa

124
0
Kedua pelaku saat mengikuti press release yang digelar Polres Tapteng. (Foto/Job Purba)

Buktipers.com – Tapteng (Sumut)

Usai tiba di Mapolres Tapteng, setelah 8 jam perjalan dari Medan menuju Pandan, pelaku pembunuhan terhadap karyawan Bank Syariah Mandiri, diperiksa intensif, di Mapolres Tapteng.

Terungkap, pelaku DP (20), tega membunuh Santi Devi Malau (26), hanya gara-gara uang Rp200 ribu yang mau dipinjamnya kepada korban.

“Pelaku DP mendatangi kamar kos korban, Kamis (13/6/2019) malam, sekira pukul 21.00 WIB, setelah korban pulang menghadiri acara halal bihalal kantornya. Maksud kedatangan pelaku untuk meminjam uang Rp200 ribu untuk ongkos ke Medan. Hanya saja korban mengaku, dia tidak punya uang sebanyak itu dan yang ada hanya Rp22.000,” terang Kapolres, AKBP Sukamat, didampingi Kasat Reskrim, AKP Dodi Nainggolan, dan Kapolsek Pandan, AKP Herry dalam konferensi pers, di Mapolres Tapteng, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga!  Polsek Teluk Nibung Gelar Perlombaan Lagu Perjuangan   

Kapolres juga menyebutkan, karena tidak punya uang Rp200 ribu, korban pun berinisiatif untuk pergi ke ATM untuk mengambil uang.

“Saya gak ada pegang uang sebanyak itu, tunggulah biar saya ambil ke ATM,” ujar Kapolres, menirukan pengakuan pelaku.

Hanya saja, pelaku saat itu tidak yakin korban tidak punya uang, karena dipikirannya tidak mungkin pegawai bank tidak punya uang.

“Saat korban mau berangkat ke ATM, pelaku langsung mencekiknya dari depan. Korban sempat meronta dan berteriak. Karena kalap, pelaku menyeret korban ke kamar mandi dan membenturkan kepala korban ke kloset. Dan ternyata tidak sampai di situ saja, pelaku juga mengaku kembali mencekik korban sampai meninggal dunia,” kata Sukamat.

Baca Juga!  Anak Tiri dan Anak Kandung Kompak Bantai Ayah di Tapsel, Ini Pemicunya

Dan setelah yakin korban meninggal, pelaku menyebut mengambil uang dari saku baju korban yang jumlahnya hanya Rp22.000. Pelaku juga membawa kabur ponsel korban serta tiga buah tas dan satu dompet kecil.

“Dari dompet korban, pelaku tidak mendapatkan uang sepeser pun, karena dompet itu hanya berisikan beberapa ATM. Demikian juga di tiga tas milik korban tidak ada ditemukan uang,” ujar Kapolres.

Usai melakukan pembunuhan, pelaku langsung lari bersama istrinya NN, menuju Sibolga. Di sana, pelaku menjual ponsel korban seharga Rp400 ribu.

Setelah menginap satu malam di pos kamling, pelaku bersama dengan istrinya, kabur menuju Medan dengan menumpang taksi gelap.

“Berkat ridho Allah SWT, tim gabungan Polres Tapteng yang kita bentuk langsung bergerak untuk mengejar pelaku ke Medan, setelah mendapat pengembangan dari lapangan. Dan alhamdulillah, pelaku berhasil kita bekuk Selasa (18/6/2019) sore, di Medan, bersama dengan istrinya,” terang Kapolres.

Baca Juga!  Hasyim Prasetya dan Dewi, Tewas Tanpa Busana dengan Luka Tembak di Kamar Hotel

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 365 ayat 4 tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman penjara seumur hidup atau paling lama 25 tahun, junto Pasal 55 tentang turut melakukan perbuatan yang dapat dihukum dan subsider Pasal 338.

(Job Purba)

Loading...