Gawat!!!! Diduga Oknum Calon Anggota DPRD Nias Menindas Para Petani

0
1525
Dijual Rumah

Buktipers.com – Nias (Sumut)

EL Direktur CV. Lucky Abadi yang kerap dipanggil ‘ADL’ sekaligus calon Anggota DPRD dari salah satu Parpol yang akan bertarung di Dapil II Kabupaten Nias, diduga telah melakukan penindasan terhadap para Petani sawah. pasalnya ADL Sebagai pemilik CV. Luky Abadi distributor pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Nias menjual pupuk bersubsidi melampaui HET kepada kios pengecer.

Hal ini diungkapkan oleh
Ketua DPC Taruna Merah Putih Kabupaten Nias, Frengki Ndruru yang mengadvokasi masalah pupuk bersubsidi ini mengatakan kepada wartawan di Gunungsitoli, Sabtu (6/10/2018).

” Sehubungan dengan keresahan masyarakat Kelompok Tani di wilayah Kabupaten Nias tentang harga pupuk bersubsidi yang sudah melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi), kita sudah turun kelapangan dan mempertanyakan langsung kepada masyarakat khususnya yang telah bergabung dalam kelompok tani, mereka menyampaikan kepada saya bahwa Agen pengecer pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Nias menjualkan pupuk bersubsidi kepada kelompok tani dengan harga Rp. 130.000,- persatu karung dengan berat 50 kg,”ucap Frengki”.

Frengki menambahkan bahwa dengan adanya pernyataan para masyarakat, pihaknua langsung mendatangi beberapa agen pengecer dan mempertanyakan langsung apa penyebab harga pupuk bersubsidi melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Spontan para agen pengecer mengakui dan menandatangani surat pernyataan bahwa mereka menjual pupuk subsidi dengan harga Rp. 130.000,- perkarung khususnya kepada kelompok tani, karena Distributor pupuk bersubsidi CV. Lucky Abadi menjual kepada seluruh agen dengan harga Rp. 110.000,- perkarung. Paling parahnya lagi pupuk subsidi ini lebih banyak diperjual belikan di kepada masyarakat yang bukan kelompok tani,”cetus Frengki”.

Lebih lanjut Frengki menjelaskan bahwa hal ini telah berkali-kali disampaikan kepada Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli, MM, namun beliau hanya sebatas mendengarkan saja tanpa ada niat baik membela hak masyarakatnya dari cengkraman mafia pupuk bersubsidi ini. begitu juga kepada anggota DPRD Kabupaten Nias, Dafati Mendrofa ketua Komisi III yang membidangi persoalan ini, namun tidak ada respon positif bahkan terkesan tidak peduli.

“Kita curiga adanya persengkokolan antara Bupati Nias dibalik semua persoalan ini” terangnya.

Ditempat terpisah, salah seorang mantan Anggota DPRD Kabupaten Nias, Faigiasa Bawamenewi ketika dimintai tanggapannya tentang keresahan masyarakat petani dengan maraknya Harga pupuk bersubsidi melampaui HET di Wilayah Kabupaten Nias mengatakan bahwa Pemerintah Daerah harus bertanggung jawab terhadap maraknya harga Pupuk bersubsidi ini.

” Dalam hal ini Pemkab harus bertanggung jawab permasalahan harga HET termasuk tim terpadu yang melakukan pengawasan yang hanya berupa simbolis saja, penegak hukum di Nias ompong dan tidak berdaya, ada dugaan oknum-oknum tertentu telah mendapat upeti”, Ucap Faigiasa melalui Whatsapp pribadinya.

Ketika hal ini di Konfirmasi kepada Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli.MM melalui telepon selulernya, sampai turunnya berita ini, tidak bisa dihubungi karena nomor telepon selulernya tidak aktif. (Tim-red )