Gegara Sarang Walet, Sekeluarga Dibacok dan Rumah Dibakar Keponakan di Nias

0
3
Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan memberikan keterangan kepada wartawan mengenai pembacokan sekeluarga di Kabupaten Nias, Selasa (14/9/2020). (Foto: iNews/Iman Lase)

Nias, buktipers.com – Tiga orang kakak adik di Kabupaten Nias, tega membacok satu keluarga yang merupakan paman, bibi dan ponakannya berusia empat tahun, dengan parang. Ketiga tersangka juga membakar rumah pamannya hingga rata dengan tanah.

Akibat peristiwa itu terjadi pada Minggu (13/9/2020) dini hari di Desa Somi, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias itu, ketiga korban mengalami luka bacok dan luka bakar. Ketiga korban yakni, Matias Zeno Bate’e, istrinya Rosmidar Mendrofa, beserta cucu mereka Alfaro Gabriel Malau.

Sementara ketiga tersangka yang sudah diamankan personel Polsek Gido, masing-masing berinisial OP, HRB, serta YB. Ketiganyanya ditangkap dari lokasi persembunyian di tengah hutan.

“Usai kejadian, petugas langsung melakukan penyelidikan. Atas bantuan informasi warga, ketiga pelaku yang sedang sembunyi di tengah hutan berhasil kami amankan sembilan jam kemudian,” kata Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan, Selasa (15/09/2020).

Kapolres Nias mengatakan, pembakaran rumah disertai pembacokan yang dialami Matias Zeno Bate’e dan keluarganya tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2020), sekitar pukul 02.00 WIB. Ketiga pelaku menyiramkan bensin ke rumah korban dan membakarnya.

Saat kejadian, pemilik rumah berada di dalam. Matias lalu berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api bersama istri dan cucunya berumur 4 tahun. Saat di luar, ternyata para tersangka langsung membacok ketiga korban, termasuk anak empat tahun tersebut. Beruntung ketiganya berhasil selamat.

“Saat para korban keluar rumah, ternyata sudah ditunggu para tersangka. Mereka langsung melakukan penganiayaan berat, termasuk kepada anak kecil itu,” ujarnya.

Wawan Iriawan mengatakan, dari pemeriksaan ketiga tersangka, motif para pelaku melakukan pembakaran rumah dan menganiaya keluarga pamannya karena dendam. Mereka tidak terima karena hingga kini korban tidak membagi hasil usaha sarang walet.

“Motifnya dendam atau sakit hati terhadap usaha sarang burung walet milik korban. Menurut para tersangka, usaha itu berdiri atas bantuan mereka,” katanya.

Ketiga korban pembacokan kini tengah menjalani pemulihan di RSUD Gunungsitoli akibat luka bakar dan bekas bacokan di beberapa bagian tubuh. Sementara para tersangka saat ini sudah ditahan dan diancam dengan hukuman 15 tahun penjara.

 

Sumber : iNews.id