Gerebek Spa Plus-Plus, Terapis Tepergok Berhubungan Intim dengan Pelanggan

0
81
Suasana saat Tim Puma Polres Lombok Barat menggerebek tempat spa plus-plus di Batulayar. (Foto: Polda NTB)
Dijual Rumah

Lombok Barat, buktipers.com – Kasus prostitusi berkedok layanan spa plus-plus dibongkar Tim Puma Polres Lombok Barat, Polda NTB di Batulayar. Satu orang terduga pelaku yang merupakan muncikari diamankan, termasuk sepasang laki-laki dan perempuan yang kedapatan berhubungan badan.

“Terduga pelaku seorang perempuan berinisial IR (46) warga Penimbung, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat,” ujar Kasubbag Humas Polres Lombok Barat AKP Agus Pujianto, Kamis (1/4/2021).

Dia mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat ada salah satu spa di Batulayar yang menyediakan layanan pijat tradisional juga plus-plus.

“IR selaku pengelola spa, menarik tarif yang berbeda sesuai dengan layanan yang diinginkan pengunjung, sehingga setiap tamu yang datang bisa melakukan perbuatan asusila,” katanya.

Untuk tamu hanya datang pijat, cukup membayar Rp150.000. Sedangkan ingin mendapatkan layanan lebih (pijat plus-plus), tamu tersebut harus menambah pembayaran.

“Bila menginginkan layanan pijat plus-plus (perbuatan asusila), dikenakan tarif tambahan senilai Rp500.000 yang dilakukan dengan cara transfer ke rekening yang telah ditentukan IR,” ucapnya.

Sehingga untuk menikmati layanan pijat plus-plus, pengunjung harus merogoh kocek minimal Rp650.000 bahkan bisa lebih dari tarif tersebut.

“Tarif yang dibayarkan sebesar Rp150.000 membayar biaya masuk spa, sedangkan Rp500.000 untuk terapis dan maminya,” kata Agus.

Selain mengamankan IR selaku pemilik/pengelola SPA, seorang pelanggan dan terapis yang kedapatan melakukan hubungan intim di tempat tersebut juga digelandang polisi untuk dimintai keterangan.

“Sepasang pria dan wanita ini diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Selanjutnya terduga pelaku dan barang bukti diamankan ke Polres Lombok Barat,” katanya.

Barang bukti yang diamankan di antaranya dua unit HP, uang tunai Rp500.000, buku register, spray yang berisi bercak sperma, satu buah kondom, handuk dan dua lembar bukti transfer.

“Terduga pelaku dijerat dengan Pasal 296 dan atau Pasal 506 KUHP Jo Pasal 56 KUHP karena mempermudah perbuatan cabul (prostitusi),” tuturnya.

 

Sumber : iNews.id