Beranda Parawisata Gubernur Edy: Festival Danau Toba Bukan Ditiadakan, Tapi Dievaluasi

Gubernur Edy: Festival Danau Toba Bukan Ditiadakan, Tapi Dievaluasi

115
0
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. (Foto: Dok.Humas Pemprov Sumut)

Medan, buktipers.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan Festival Danau Toba (FDT) bukan ditiadakan namun pelaksanaanya akan dievaluasi agar gaungnya lebih besar lagi.

Hal itu diungkapkan Edy Rahmayadi menanggapi ramainya penutupan FGD yang disayangkan sejumlah pihak. “Kita (buat) bentuknya yang lain. Seperti ada triatlon, lomba lari, berenang dan sepeda. Bukan ditiadakan kegiatannya, tetapi bentuknya (seperti) apa, metodenya. Agar wisatawan itu datang ke Danau Toba,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi, Senin (13/1/2020).

Untuk menggenjot jumlah wisatawan khususnya mancanegara, Gubernur berharap kegiatan di kawasan Danau Toba sekitarnya bisa diperbanyak. Namun dikemas sedemikian rupa, menarik dan mengundang orang untuk kembali datang ke sana.

Dia juga menegaskan bahwa kesan baik akan membawa wisatawan kembali lagi ke Danau Toba. “Makanya rakyat di sana bisa mendukung. Sehingga orang datang ke Danau Toba, bisa benar-benar fresh (menikmati), dia mau berpariwisata,” kata Edy.

Baca Juga!  Pasien Positif Corona Bertambah, Kabupaten Sergai Hampir Mendekati Zona Merah

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut Ria Telaumbanua menjelaskan, FDT untuk putaran pertama telah terlaksana di tujuh kabupaten se-kawasan Danau Toba secara bergantian. Namun beberapa pertimbangan menjadikannya perlu dievaluasi.

Hasil evaluasi dari pelaksanaan FDT selama ini di antaranya, jadwal pelaksanaan yang tidak tetap, sehingga menyulitkan agen perjalanan wisata mempromosikannya ke dalam paket mereka. Kemudian masalah penentuan tuan rumah yang dinilai belum mempertimbangkan kemudahan aksesibilitas dan amenitas, seperti ketersediaan hotel yang mendukung.

Ria menyampaikan soal publikasi, karena faktor anggaran yang sedikit. Padahal wisatawan mancanegara (wisman) perlu diinformasikan. Begitu juga dengan perhatian pemerintah kabupaten se-kawasan yang membutuhkan penambahan anggaran, serta minimnya jenis dan jumlah perlombaan terutama menyangkut olahraga air.

Baca Juga!  Bupati Tapteng Gelar Temu Ramah Degan Ratusan Penarik Becak

“Penentuan waktu pelaksanaan tidak pada masa liburan, sehingga jumlah pengunjung tidak seperti diharapkan. Dan setelah 7 kali pelaksanaan FDT, sulit untuk mengukur keberhasilan baik dari target kunjungan wisman dan pemanfaatan FDT untuk ekonomi masyarakat setempat,” papar Ria Telaumbanua.

Atas dasar itu, lanjut Ria, Dinas Pariwisata berencana memperbaiki konsep FDT yang telah berlangsung satu putaran penuh di tujuh kabupaten se-kawasan. Termasuk mempertimbangkan pada 2020 ada momentum perayaan hari besar agama Islam dan Pilkada serentak pada periode Juni-Juli 2020. Meskipun pertengahan tahun merupakan waktu yang cukup baik, karena masa liburan.

“Berdasarkan diskusi bersama dengan Badan Pengelola Otoritas Danau Toba (BPODT), disarankan agar FDT berlangsung dua tahun sekali, untuk peningkatan kualitas,” katanya.

Baca Juga!  Sikapi Karung Berisi Bangkai Ikan di Dasar Danau Toba, Warga Sirungkungon Ancam Demo

Ria menegaskan, pelaksanaan FDT periode kedua bukan ditiadakan, anggarannya masih tertampung di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2020. Namun perlu diperbaiki mekanisme penyelenggaraan, penjadwalan, tanggal, penetapan lokasi serta sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat.

“Tetapi semua rencana kegiatan selanjutnya masih akan didiskusikan dengan 7 kabupaten/kota, BODT dan Pemprov Sumut. Dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan pembahasan dengan tentunya menerima arahan-arahan dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Ria.

 

Sumber : iNews.id

Loading...