Gubsu Bersama Pangdam I BB Kunjungi Korban Banjir di Serdang Bedagai

0
53
Gubsu, H Edy Rahmayadi saat tinjau korban banjir di tenda posko pengungsian Sei Rampah.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Edy Rahmayadi, kunjungi warga korban banjir, tepatnya di Dusun I Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (2/12/2020), sekitar pukul 15.15 WIB.

Kunjungan Gubsu, bersama Pangdam I BB, Mayjen TNI Hassanudin, disambut Pjs Bupati Sergai, H Irman dan Sekdakab, H M Faisal Hasrimy, serta Ketua DPRD Sergai, dr Riski Ramadhan.

Gubsu langsung menuju posko pengungsian dan dapur umum  dan bercengkrama dengan warga korban banjir, sambil mengatakan, “hari ini di posko Ibu-ibu masak apa”?. “Masak urap ya, “bilang Gubsu kepada ibu-ibu yang berada di posko dapur umum, sambil menghibur para korban banjir tersebut.

Selang beberapa menit, Gubsu bersama Pangdam I BB, langsung turun menggunakan perahu karet, memantau situasi rumah warga, di lokasi banjir.

Gubsu mengatakan, lokasi di Dusun I ini, acapkali menjadi langganan banjir, jadi kita harus mencari solusi agar warga, tidak mengalami kebanjiran lagi.

Kita ada memberikan bantuan, berupa bahan logistic, maupun bahan makanan siap saji, sebanyak 5000 paket karena kita dapat informasi, ada sekitar lima ribuan yang terdampak banjir dan angin puting beliung, ujarnya.

Disinggung perihal jelang Pilkada, diterangkan Gubsu, seluruh ASN diharap netral dan diharapkan hadir di TPS untuk memilih, sesuai hati kita dan pilih nomor satu atau nomor dua, karena calonnya kan cuma dua.

Dan jika ada kelihatan ASN yang tidak netral, masyarakat teriakin aja, kata dia.

Pangdam I BB, Mayjen TNI Hassanudin yang baru dua hari bertugas,  mengatakan, TNI / Polri harus netral dalam Pilkada 2020.

Sebelumnya, Kadus Dusun I Desa Sei Rampah, Sri Rubiah mengatakan, korban terendam banjir ada sebanyak 100 KK, di Dusun I.

Sementara yang di posko pengungsian, sebanyak 15 KK saja, selebihnya masih bertahan tinggal di rumah masing-masing, katanya.

Lanjut Sri, korban banjir yang berada di posko sudah delapan hari dan mereka ingin secepatnya pulang dari posko karena merasa kurang nyaman serta kedinginan karena korban belum menerima selimut.

 

(ML.hrp)