Guru Dipindahkan, Ratusan Pelajar SMPN 1 Pandan Demo Kantor Disdik Tapteng

0
462
Ratusan pelajar SMP Negeri 1 Pandan, geruduk kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Tapanuli Tengah (Tapteng), di jalan Raja Junjungan Lubis, Rabu (6/3/2019), sekira pukul 09.08 WIB. (Foto/Job Purba)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tapteng (Sumut)

Ratusan pelajar SMP Negeri 1 Pandan, geruduk kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Tapanuli Tengah (Tapteng), di jalan Raja Junjungan Lubis, Rabu (6/3/2019), sekira pukul 09.08 WIB.

Kehadiran siswa – siswi itu, meminta guru mereka dikembalikan lagi untuk mengajar di sekolah. Menurut mereka, guru yang dipindahkan, merupakan guru yang berprestasi di sekolah tersebut.

“Kembalikan guru kami,”seru para siswa di lokasi, sambil menunjukkan tulisan di kertas.

Hingga para pelajar dibubarkan, pihak guru lainnya masih berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Sehat Munthe, di ruangannya.

Tidak lama, Wakil Bupati Tapteng, Darwin Sitompul, tiba di kantor Disdik dan langsung menuju ke ruangan Kadis, melihat apa yang sedang terjadi. Hingga ratusan siswa harus turun ke lapangan.

Ratusan pelajar SMP Negeri 1 Pandan, geruduk kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Tapanuli Tengah (Tapteng), di jalan Raja Junjungan Lubis, Rabu (6/3/2019), sekira pukul 09.08 WIB. (Foto/Job Purba)

Melihat kondisi itu, Darwin juga sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi, yang seharusnya siswa – siswi itu belajar, bukan malah demo seperti ini.

“Ia ini pasti ada guru dalangnya, kalo tidak, manalah tau murid-murid ini turun kejalan kalau tidak diarahkan. Kalau ketahuan nanti siapa dalangnya, saya pindahkan lebih jauh ke Saragih sana,”ancam Darwin kesal.

Menurut dia, kalaupun ada soal perpindahan guru, dikatakan itu pemerataan saja, lantaran banyak di daerah dan kecamatan, itu guru honorer. Jadikan itu menurut saya untuk perbaikan, janganlah anak SMP dibawak kemari melakukan demo,” sebutnya.

“Ini lagi kami selidiki, siapa yang jadi dalangnya. Disamping itu, pemerataan dibagi hanya saja di pusat kota, hampir ratusan PNS disini, makanya dibagi, dan itupun dilakukan di setiap sekolah,” terangnya.

(Job purba)