Habib Rizieq Klaim Kasusnya Dibuka Lagi Sewaktu Masih di Mekah

0
2
Momen Habib Rizieq Tiba di Tanah Air. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Habib Rizieq Syihab bicara soal keadilan sehari setelah tiba sampai RI. Awalnya, dia cerita mendengar kasusnya hendak dibuka lagi sebelum pulang dari Mekah.

“Ini saya belum apa-apa, belum pulang aja ‘Nanti Habib Rizieq akan kita buka lagi kasusnya’. Ini apa-apaan, sudahlah jangan buka kasus yang tidak ada,” kata Habib Rizieq dalam tayangan video yang diputar di YouTube Front TV, Rabu (11/11/2020).

Dia kemudian menyinggung beberapa kasus penistaan yang tidak diproses hukum. Habib Rizieq menyinggung Deni Siregar, Ade Armando, hingga Guntur Romli.

“Tegakan keadilan, siapa saja yang salah proses. Nggak bisa, ini nggak boleh dibiarkan, keadilan semacam ini kelompok yang tak disukai pemerintah dicari-cari kesalahannya diproses, sementara kelompok yang menjilat pemerintah dibiarkan mereka melakukan kesalahan, nggak boleh itu dibiarkan, nggak boleh. Ini bisa menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak,” jelas dia.

“Dan kalau Anda tak mau ada revolusi berdarah, kalau tak mau ada revolusi sosial, ya perbaiki. Ulama selalu memberikan kesempatan, ayuk sama-sama perbaiki,” imbuh Habib Rizieq.

Habib Rizieq lantas menyinggung kalau keadilan bisa menyerap rahmat Allah SWT. Dan, sebaliknya ketidakadilan bisa membawa musibah serta bencana.

“Dari mana saya bisa bicara begini? Yang bicara begini bukan saya, tapi Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Imam Besar FPI itu lantas menceritakan kisah seorang perempuan dari suku Quraisy yang kedapatan mencuri. Ketika itu, lanjut Habib Rizieq, perempuan itu dihukum potong tangan.

“Nabi memutuskan dengan hukum Allah SWT bahwa si perempuan tadi sekalipun kedudukannya terhormat, sekalipun berasal dari keluarga terhormat, tetap harus dipotong tangan, kemudian ada segelintir sahabat resah, bukan tak terima putusan Allah, resah bukan karena tak terima putusan Nabi, tapi mereka tahu bahwa apa yang keluar dari mulut Nabi itu juga merupakan hukum, sehingga mereka masih berharap, yuk lobi nabi, yuk dekati nabi, yuk bicarakan dengan nabi siapa tahu ada dispensasi karena kalau ada dispensasi dari nabi berarti itu hukum,” papar Habib Rizieq.

Ketika itu, kata Habib Rizieq, Usamah bin Zaid diutus untuk bicara pada nabi terkait hukuman itu. Diceritakan, dalam percakapan itu semula wajah nabi cerah, penuh dengan senyuman.

“Ini namanya melobi, sahabat nggak salah melobi nabi, kenapa nggak salah? Karena mereka tahu kalau nabi setuju itu jadi hukum, karena nabi merupakan sumber hukum. Begitu datang pad nabi sampaikan maksudnya, pertama nabi gembira, wajahnya cerah, senyum, kemudian dipersilakan nabi duduk, ngobrol luar biasa. Singkat cerita, begitu mulai cerita hajat utamanya minta keringanan, kecerahan muka nabi hilang, senyum nabi hilang, yang tadinya nabi senyum hilang sudah,” tutur Habib Rizieq.

“Setelah selesai Usamah bicara, apa kata nabi, ‘hey Usamah kau ingin memberikan pertolongan kepada suatu hukum yang sudah ditetapkan oleh Allah? Ini sudah ketetapan Allah nggak bisa diubah dan nggak boleh saya ubah, apa kau mau ubah ini ya Usamah?’. Tapi setelah itu nabi kumpulkan semua sahabat, setelah kumpul, nabi menyampaikan pada para sahabat kata nabi ada sekelompok orang, tapi tak sebut nama. Ada yang sebagian dari kamu mencoba dekati saya untuk memberikan keringanan pada perempuan Quraisy,” jelasnya.

Habib Rizieq lantas mengatakan wanita Quraisy itu tetap dipotong tangan. Bahkan, lanjut dia, Nabi Muhammad SAW tak pandang bulu jika seandainya putri tercintanya Fatimah terlibat pencurian.

“Jangankan perempuan tadi yang mencuri, andai kata putriku Fatimah, jantung hatiku, kecintaan nabi, andai kata Fatimah putriku tercinta yang mencuri, demi Allah pasti aku potong tangannya. Hadist ini jangan disalahpahami, hadis ini mengambil perumpamaan yang tinggi, jangankan perempuan yang lain, Fatimah saja tak kebal hukum, subhanallah,” terang Habib Rizieq.

Merujuk pada kisah itu, Habib Rizieq menyerukan lagi soal keadilan. Dia menyinggung negara bisa binasa jika tidak ada keadilan.

“Keadilan semacam ini yang kita butuhkan, keadilan semacam ini yang dibutuhkan umat Islam Indonesia, bagaimana pejabatnya yang berlaku adil bersikap adil, bertata hukum dengan adil karena kalau kalian tidak adil bukan hanya kalian yang binasa tapi negara, bangsa, rakyat semua ikut binasa karena ketidakadilan kalian,” kata Habib Rizieq.

“Sekarang saya mau tanya kalau para pejabat terus menerus tak adil negara kita mau binasa. Saya mau tanya apa Anda mau dalam kebinasaan negara? Apa Anda mau binasa dalam bencana, maka itu kita nggak boleh kita diam, kalau ada yang jawab ‘Habib kalau kita lawan nanti kita dipenjara, dibunuh, penjara, dibunuh jauh lebih baik daripada kita mati dalam bencana akibat murka Allah pada bangsa ini. Ujungnya mati juga, coba mati dibunuh, syahid, mati dalam bencana menjadi konyol buat kita semua,” paparnya.

Habib Rizieq juga menyerukan untuk melawan ketidakadilan. Dia berjanji tidak akan meninggalkan umat.

“Kalau begitu tegakan keadilan? Siap lawan ketidakadilan? Takbir. Dan saya berjanji saya tak akan tinggalkan umat, tinggalkan Anda, kita akan berjuang bersama untuk melawan semua ketidakadilan. Kita tak mau negara ini dibinasakan Allah, harus kita lawan ketidakadilan,” jelas dia.

 

Sumber : detik.com