Hak KPPS Disinyalir Disikat Sekretariat dan PPK Panyabungan Timur

0
486
Ilustrasi. (Net)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Madina (Sumut)

Sungguh malang nasib kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) se kecamatan Panyabungan Timur, kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Kesuksesan Pemilu 2019 lalu, di ‘tangan’ KPPS, namun gaji tak seberapa dan bahkan diduga kuat oleh PPK dan sekretariat PPK, tega memotong dana bimbingan teknis (Bimtek) dan fiktifkan dana perekrutan KPPS.

Aroma dugaan sunat dan dana fiktif itu, tercium di pihak penyelenggara Pemilu.

Dimana,  sebelum jelang hari pencoblosan, 17 April 2019 lalu., PPS mempunyai kengitan perekrutan KPPS dengan anggaran hampir tiga juta rupiah per desa dan juga  PPK melaksanakan bimbingan teknis tentang Pemilu kepada KPPS se kecamatan Panyabungan, di sekolah Madarsyah, sekitar Panyabungan.

Namun uang makan dan uang tranportasi KPPS hanya menerima uang sebesar sepuluh ribu rupiah per KPPS, ditambah aqua gelas sebiji.

Informasi yang diterima, besaran anggaran yang harus diterima oleh KPPS seharusnya berkisar Rp71.000 per KPPS, yang diwajibkan dalam bimtek empat orang per TPS.

Jadi PPK Panyabungan memotong dana Rp100.000 per TPS.

Jumlah TPS se kecamatan Panyabungan Timur dari data KPU Madina sebanyak 33 TPS. Jadi diduga, PPK Panyabungan ‘memakan’ hak KPPS Rp3.000.000 dari anggaran bimtek.

Sedangkan dana yang ‘dimakan’ PPK, dana perekrutan yang seharusnya diberikan kepada PPS.

Namun sayang, dana tersebut ‘dimakan’ sekretariat, bekerja sama dengan PPK-nya. Besar anggaran dana perekrutan Rp2.678.000 per desa / kelurahan.

Sedangkan kecamatan Panyabungan mempunyai 15 desa, jadi  dana yang diduga diselewengkan, hampir lima puluh juta rupiah

Saat dikonfirmasi buktipers.com via pesan singkat (WA), ketua PPK Panyabungam Timur tidak menjawab dan bahkan memilih memblokir nomor wartawan.

Diminta kepada KPU Madina dan pihak Polres dan Kejari agar  memangil dan memeriksa oknum – oknum yang telah ‘memakan’ hak para KPPS.

(me)