Hak Normarif Tidak Terpenuhi, Buruh PT. Surya Kencana Aj Mogok Kerja

0
40
Loading...

BuktiPers.com – Cianjur (Jabar)

Sejumlah karyawan (Buruh) PT. Surya Kencana Aj, yang berdomisili di Jalan Arya Wiratanu Datar, Desa Jambali Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur (Jabar), Kamis (11/10/2018) melakukan aksi mogok kerja.

Aksi dipicu lantaran pihak perusahan dianggap telah ingkar janji, terhadap buruh tersebut.

“Aksi mogok kerja yang kita lakukan, tujuannya meminta hak normatif/upah kami di naikan sesuai janji perusahaan setandar UMK Kabupaten Cianjur.” Ujar Koordinator buruh, Mustajab,

Mustjab juga menambahkanb para pegawai sudah enam (6) Tahun bekerja dimulai pada Tahun 2012 di perusahaan PT. Surya Kencana Aj. (Anak Perusahaan Pertamina) yang bergerak di bidang pemeliharaan Gas bersubsidi, hingga kini pihaknya tidak pernah menaikan gaji sesuai setandar UMR/UMK Cianjur, padahal pihaknya pernah berjanji pada tahun 2017 untuk menaikan gaji.

Baca Juga!  Penjual Terompet Malam Pergantian Tahun Baru 2018 Minim Pembeli

Hal senada juga diungkapkan Giri Rustandi yang menyebutkan para buruh berkerja di Perusahaan tersebut, hanya mendapatkan Gaji sebesar Rp.1.700.000 (Satu Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah).

“Ya gaji kami cuma Rp. 1.700 ribu rupiah perbulan, sedangkan kebutuhan keluarga meningkat, jadi mana mungkin bisa cukup untuk menutupi kebutuhan jika upah yang kita terima hanya sebesar itu.” Keluhnya.

Sementara pihak perusahaan PT. Surya Kencana Aj, melalui bagian Pengawasan dan Admin Budi, saat di konfirmasi Via sambungan seluler pukul 13.41 wib, engan berkomentar menurutnya kita no coment soal ini”.Ucapnya.

Terpisah Ketua Aliansi Perjuangan Peduli Buruh Cianjur (APPBC) Hedra Malik menuturkan lagi-lagi buruh harus terpaksa mogok kerja bahkan sampai aksi unjuk rasa damai hanya untuk menuntut hak normatif. Padahal jelas hak normatif itu wajib hukumnya dilaksanakan secara untuh dan menyeluruh.

Baca Juga!  Diduga Peraktek Jual Beli LKS Masih Terjadi Di SMA Negeri 1 Mande

“Saya juga melihat tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan, karena sudah dua kali dilayangkan surat penegasan namun tidak di gubrisnya hingga akhirnya mereka semua terpaksa harus mogok kerja.”Ujarnya.

Saya berharap pihak pemerintah daerah bisa lebih peka terhdap permasalahan para buruh, jangan sampai sejarah mencatat buruh Cianjur adalah budak para investor yang tidak ada harganya. Terbukti upah mereka dibayar murah, status kerja tidak jelas dan tidak diberikannya jaminan sosil (BPJS Ketengkerjan dn BPJS Kesehatan” Pungkasnya. (NN)

Loading...