Harga Cabai Melonjak, Begini Respons Kementan

0
4
Cabai merah. (Foto: Ant)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Kementerian Pertanian (Kementan) angkat bicara soal melonjaknya harga cabai dengan rata-rata di atas Rp50.000 per kilogram.

Kenaikan harga komoditas tersebut dinilai disebabkan permintaan tinggi pada libur Natal dan Tahun Baru 2021.

“Ini tentu fenomena tahunan, namun tidak terjadi secara merata di semua tempat. Karenanya Kementan melakukan operasi pasar terbatas pada daerah-daerah yang melonjak permintaaannya,” kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga, Senin (28/12/2020).

Kuntoro menambahkan, proses pertanaman cabai di Jawa Tengah akan menuju masa panen pada pertengahan Januari 2021. Selain itu, wilayah Jawa Timur seperti Kediri, Blitar Banyuwangi dan Jember juga akan mulai panen raya pada bulan Januari.

“Pasokan juga memang sedikit berkurang saat ini karena puncak musim hujan, tapi Kementan berupaya dengan stok yang ada untuk melakukan stabilisasi harga. Kita dorong distribusinya dari daerah panen ke wilayah yang kekurangan stok,” tuturnya.

Kuntoro juga menilai pandemi Covid-19 dan perubahan cuaca beberapa waktu terakhir turut memengaruhi produksi.

Namun pemerintah terus berupaya agar akses pasar dan distribusi cabai serta komoditas lainnya tidak terganggu.

“Pangan rakyat menjadi goal kami untuk terus cukup tersedia. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Para petani dan kita semua di sektor ini bekerja keras untuk itu,” ucap Kuncoro.

 

Sumber : iNews.id