Harga Cabai Melonjak Naik, Omset Pedagang Along – along Turun Drastis

0
19
Pedagang Along - along keliling yang membawa kebutuhan pokok masyarakat sehari – hari, di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, mengeluhkan omset penjualan yang turun drastis.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Pedagang Along – along keliling yang membawa kebutuhan pokok masyarakat sehari – hari seperti sayur mayur serta kebutuhan pokok lainnya, di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, mengeluhkan omset penjualan yang turun drastis.

Turunnya omset penjualan dikarenakan harga kebutuhan pokok seperti cabai merah dan bawang merah mengalami kenaikan yang siginifikan.

Sebelumnya, harga cabai merah seharga Rp.25 ribu perkilo kini menjadi Rp 80 ribu perkilo.

Demikian juga dengan bawang merah yang sebelumnya, Rp 20 ribu perkilo, naik menjadi Rp 50 ribu perkilonya.

Oleh karena itu, ibu – ibu yang berbelanja buat keperluan memasak seperti cabai merah dan bawang merah hanya membeli sekedarnya saja.

Yang mana, sebelum naiknya harga cabai merah dan bawang merah, ibu – ibu masih sanggup membeli cabai buat memasak seperempat kilo, namun dengan naiknya harga tersebut, mereka hanya membeli sekedarnya saja cuma membeli setengah ons seharga Rp 5 ribu.

Pedagang sembako di pasar tradisional.

Desy (35), penjual sayur mayur keliling kepada wartawan, Senin (13/6/2022) mengatakan, semenjak tiga minggu belakangan ini, omset penjualannya drastis menurun.

Lantaran harga cabai merah dan bawang merah naik sehingga ibu-ibu terpaksa membatasi membelinya.

Sementara harga kebutuhan pokok lainnya masih stabil, kata Desy.

“Oleh karenanya kita memohon kepada Pemerintah agar menstabilkan harga harga kebutuhan pokok seperti cabai merah dan bawang merah,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Mahyar (55), warga jalan Kesatria, Dusun IX Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, saat berbelanja mengatakan, dengan naiknya harga bahan pokok seperti cabai merah dan bawang merah, mereka sebagai ibu-ibu rumah tangga yang suami bekerja sebagai nelayan merasa sangat pusing.

“Lantaran pekerjaan suami sebagai nelayan, apalagi dimasa sekarang ini, pendapatan suami terkadang ada, terkadang tidak ada, terpaksa kita membatasi berbelanja cabai merah sekedarnya saja, dan membuat masakan rasa cabainya tidak pedas lagi,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Noval (34), pedagang sayur mayur di Pajak Tradisional Kecamatan Tanjung Beringin mengatakan, naiknya harga cabai merah dikarenakan bahannya tidak ada, lantaran pengiriman dari kota Medan tidak mencukupi untuk para pedagang disini.

 

(ML.hrp)