Beranda Serba Serbi Harga Cabai Merah di Kabanjahe Meroket, Pedagang Keluhkan Pembeli Menurun

Harga Cabai Merah di Kabanjahe Meroket, Pedagang Keluhkan Pembeli Menurun

41
0
Seorang pedagang cabai di Pasar Kabanjahe Melianna bru Ginting, menyusun dagangannya di lapak jualannya, di Jalan Masjid, Kabanjahe, Senin (12/8/2019). Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Loading...

Medan, buktipers.com – Sejumlah pedagang yang berjualan di Pasar Kabanjahe, mengeluhkan naiknya harga cabai merah di pasaran.

Pedagang cabai Melianna bru Ginting, mengaku peningkatan harga cabai mulai terjadi sekitar tiga bulan terakhir.

Melianna mengaku, kenaikan harga cabai di pasaran meningkat sekitar 50 persen. Dirinya menyebutkan, jika sebelumnya harga cabai di pasaran berkisar 40 ribu hingga 50 ribu rupiah. Namun, sekarang harga cabai sudah di angka 70 ribu rupiah.

“Sudah adalah tiga bulan ini naik harganya. Kalau naik gini harganya jualan pun sepi,” ujar Melianna, saat ditemui di lapak dagangannya di Jalan Masjid, Kabanjahe, Senin (12/8/2019).

Dirinya mengaku, dengan naiknya harga salah satu bumbu dapur itu sangat dikeluhkan oleh masyarakat yang ingin membeli. Ia menyebutkan, hal tersebut juga berdampak kepada turunnya jumlah pembeli.

Baca Juga!  Mengaku Diperkosa Cristiano Ronaldo, Siapa Kathryn Mayorga?

“Kalau pembeli ya mengeluhlah. Biasanya kalau pembeli yang rumahan itu paling sedikit belanja satu kilogram, tapi karena harga naik belinya paling banyak satu ons. Kalau kelas rumah makan, biasanya tiga sampai lima kilogram, tapi sekarang agak turun,” ungkapnya.

Melianna mengatakan, dengan kondisi ini para pedagang juga turut merasakan imbasnya. Pasalnya, jika semakin lama cabai terjual maka kualitasnya akan semakin menurun sehingga sudah tidak segar lagi, bahkan tidak sedikit yang rusak dan busuk.

Karena itu, mereka terpaksa menjual cabai yang kondisnya sudah tidak segar lagi dengan harga di bawah harga modal untuk membelinya.

“Kami belinya sudah Rp60 ribu dari pengepul. Kalau yang cantik ini sudah Rp70 ribu per kilogram, kalau yang beli banyak biasa itu yang cabainya sudah sedikit rusak. Itu bisa kami jual 50 ribu. Sudah enggak ada untung, karena cabainya paling lama bertahan selama tiga hari,” ucapnya.

Baca Juga!  Miris.., Penderita Tumor Ganas Harus Berhenti Mendapatkan Pelayanan Medis Karena Keterbatasan Biaya

“Kalau harga normal, belanja 20 kilo biasanya habis bisa satu hari, sekarang 10 kilo menghabiskannya selama dua hingga tiga hari,” tambah wanita berbaju merah muda itu.

Pedagang lainnya Resna bru Peranginangin, turut merasakan kondisi yang sama dengan Melianna. Resna mengaku, dengan harga yang tidak stabil tersebut tentunya menghambat proses perdagangan di pasar.

“Terlalu mahal harga, pembeli pastinya agak mikir belinya. Tapi kalau harga terlalu murah juga pedagang susah dapat untung. Seperti tomat ini, biasanya tujuh ribu sampai Rp10 ribu, sekarang harga empat ribu rupiah juga masih ditawar sama orang,” pungkasnya.

 

Sumber : tribunnews.com

Loading...