Harga Komoditas Jeruk Anjlok, Petani Mengeluh

0
895
IMG-20170927-WA0016

BuktiPers.Com – Simalungun (Sumut)

Petani jeruk sangat mengeluhkan harga komoditas yang menurun dan merasa sangat anjlok, sehingga petani jeruk merasa sangat rugi besar akibat harga jeruk yang hingga saat ini masih tetap dipasar Rp 4000/kg.

Banyak masyarakat merasa sangat-sangat rugi terkait harga jeruk yang anjlok tersebut.

Anjloknya harga jeruk tersebut dikeluhkan warga Desa/Nagori Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun. Kepada BuktiPers.Com, Rabu (27/9/2017), warga yang merupakan petani jeruk bukan hanya mengeluhkan harga jeruk yang anjlok namun juga harga pendukung petani seperti pupuk, herbisida, dan keranjang untuk tempat panen jeruk, saat ini meningkat dan harga lainnya naik.

“Kami petani jeruk disini sangat mengeluhkan harga saat ini yang tidak stabil dan ini sudah sangat anjlok kalilah. Bukan hanya harga jeruk yang anjlok namun sebaliknya harga bahan pendukung yang susah ditemui dan harganya sangat tinggi. Misalnya bahan bakar minyak solar yang kami gunakan untuk kendaraan yang mengangkut hasil pertanian jeruk kami, dan juga keranjang tempat penampung hasil panen bahkan pupuk dan obat-obatan tanaman harganya naik,” keluh Asikel Tarigan warga Nagori Cingkes.

Dan warga petani jeruk seperti tidak berdaya terkait harga jeruk yang anjlok dan tidak tahu pada siapa akan dilaporkan terkait harga tersebut.

“Kami petani jeruk khususnya di Nagori Cingkes ini ada 90% penduduk yang berusaha jeruk dan dengan anjloknya harga jeruk, perekonomian masyarakat sini menjadi susah, jadi kami warga petani jeruk harus melaporkan kemana keadaan kami petani jeruk yang harus menanggung kerugian yang sangat besar,” Sesal Tarigan. (RS/Red)