Hari Ini Masyarakat Seniman Malang Kumpul, Ini yang Dihabas

0
466
Ketua panitia penyelenggara, M Sinwan.
Dijual Rumah

Buktipers.com – Malang (Jatim)

Dinamika seni, tradisi dan budaya harusnya berkembang pesat seiring dengan perkembangan zaman.

Di beberapa daerah di Indonesia, perkembangan seni, tradisi dan budaya mendapat apresiasi yang luar biasa, melalui regulasi, namun di beberapa wilayah, hal ini tidak terjadi. Organisasi seni, tradisi dan budaya sering kali menjadi mati suri, karena terbentur dengan regulasi pemerintah daerah dan tarik ulur, di antara para pelaku seni, tradisi dan budaya itu sendiri.

Begitu pula yang terjadi di kota Malang. Dimana  Dewan Kesenian Malang (DKM) sebagai lembaga organisasi seniman dan budayawan kota Malang, pada beberapa tahun ini mengalami stagnasi pergerakan, di tengah masyarakat.

Mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat sporadis di komunitas dan wilayah tertentu saja, namun program pengembangan seni, tradisi juga budaya terasa begitu lamban.

Hingga hari ini (Minggu, 24/2/2019), di Aula Perpustakan Universitas Negeri Malang, di jalan Surabaya, kota Malang, puluhan seniman dari berbagai elemen hadir dalam acara pra musyawarah revitalisasi DKM.

Menurut ketua panitia penyelenggara, M Sinwan kepada awak media, mengatakan ” ini belum musyawarah, namun sarasehan pra musyawarah yang tujuannya, pertama pamit kepada masyarakat Malang, bahwa akan ada musyawarah seniman Malang. Kedua menjaring aspirasi dan yang ketiga, tentunya untuk memulai mekanisme duduk bersama terkait masalah ini, jelasnya.

Dan dari hasil ini, kita akan audiensi dengan Wali Kota dan DPRD, karena banyak persepsi tentang DKM. Setelah itu, baru mengadakan musyarawah untuk revitisasi DKM, baik itu AD/ART maupun ke penggurusannya, tambah  Sinwan.

Sedangkan tentang posisi DKM dan K3M, kita akan berdiri berdampingan, karena kalau melihat DKM, ini adalah organisasi yang punya sejarah panjang dan memasuki masa kejayaannya pada masa Wali Kota Malang, Susamto dulu, dimana dulu sampai ada tempat khusus untuk apresiasi para seniman yang bernama Indrokilo yang saat ini wilayahnya sudah menjadi perumahan mewah, katanya mengisahkan.

Lanjutnya, pada hakekatnya DKM adalah organisasi yang lahir dari masyarakat seniman kota Malang yang kemudian diatur dalam regulasi pemerintah dan undang-undang.

Dan kegiatan ini juga dilakukan dengan dasar hokum, yaitu Undang-undang no.5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

Dan kalau kita melihat DKM, beberapa waktu yang lalu, tidak dipungkiri mengalami stagnasi. Hal ini terjadi karena berbagai factor, terutama kinerja para penggurus yang lama, katanya.

Dan kedepan, dengan musyawarah yang ditargetkan,  pada bulan April 2019 mendatang ,setelah Pilpres, kami harap DKM dapat kembali eksis dan menaunggi kepentingan para seniman dan menyelaraskan dengan regulasi birokrasi. Sehingga seni dan budaya kota Malang yang memiliki potensi besar dapat berkembang dengan baik, harapnya.

(hermin/red)