Hari Toleransi Internasional di Kota Paling Toleran, Begini Kata FKUB dan Walikota Siantar

0
422
Teatrikal tentang Bhinneka Tunggal Ika yang dibawakan Gerakan Mahasiswa Pematangsiantar (Gempar's), Walikota Pematangsiantar Haji Hefriansyah saat menyampaikan sambutannya dan pengurus FKUB Kota Pematangsiantar membacakan ikrar toleransi.(foto/maris/kolaseBP)
Dijual Rumah

BuktiPers.Com – Pematangsiantar (Sumut)

Hari Toleransi Internasional yang jatuh tanggal 21 Nopember 2018, diperingati di Lapangan Haji Adam Malik Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Rabu (21/11/2018).

Peringatan Hari Toleransi Internasional ini, menjadi sangat istimewa untuk Kota Pematangsiantar. Hal ini dikarenakan, bahwa Kota Pematangsiantar dikenal sebagai kota paling toleran di Indonesia.

“Kota Pematangsiantar merupakan kota paling toleran di indonesia, untuk itu mari tetap kita pupuk keberagaman yang ada dalam bingkai persatuan NKRI. Dan kiranya dengan semangat Hari Toleransi Internasional ini, dapat menambah motivasi kita sekalian menjaga kemajemukan yang ada di kota kita tercintai ini, agar Siantar yang Mantap Maju Dan Jaya dapat terwujud,” kata Walikota Pematangsiantar H.Hefriansyah SE.MM dalam sambutannya, Rabu (21/11/2018).

Hari Toleransi Internasional di Kota Pematangsiantar ini diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota itu, mengambil tema; “Menolak Isu Sara dalam Pemilu 2019”.

Lanjut Walikota, sikap toleransi adalah bentuk pengakuan hak asasi manusia secara universal dan merupakan kebebasan pundamental orang lain.

“Dengan adanya keberagaman manusia, toleransi bisa menjamin kelangsungan hidup komunitas di setiap wilayah dunia,” kata Hefriansyah.

Toleransi, imbuh Walikota, adalah rasa hormat, penerimaan, dan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya dunia yang beragam, bentuk ekspresi dan cara kita menjadi manusia. Sebap ketidaktahuan tentang perbedaan budaya, agama dan etnis yang ada di sekitar dapat menyebabkan ketidak amanan.

“Maka dari itu dengan pendidikan, diharapkan adanya pemahaman yang lebih baik tentang tradisi dan keyakinan yang berbeda dan penerimaan yang lebih besar dari mereka,” ujarnya.

Karena itu, setiap negara imbuh Walikota, bertanggungjawab untuk menegakkan hukum hak asasi manusia, melarang kebencian, dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas, dan Negara juga harus memastikan akses yang sama bagi setiap orang terhadap keadilan, komisaris hak asasi manusia atau Ombudsman, sehingga tidak ada orang yang main hakim sendiri dan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan perselisihan.

Pada awal pembukaan peringatan Hari Toleransi Internasional, Ketua FKUB Kota Pematangsiantar, Drs.H.M Ali Lubis membacakan ikrar FKUB.

Tujuan peringatan Hari Toleransi Internasional ini, kata Ketua FKUB itu, untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat atas pentingnya sikap toleran dalam menjaga hubungan diantara masyarakat.

Selain itu kegiatan ini juga sebagai penghormatan tanpa membedakan latar belakang Ras, suku, agama, kepercayaan, warna kulit ataupun lain sebagainya.

Hal yang menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari, dan dengan kegiatan ini diharapkan terciptanya sebuah pergerakan yang memiliki wawasan kebangsaan, dan keanekaragaman secara multi kulturalis, sehingga bisa mewujudkan persatuan masyarakat Kota Pematangsiantar,” paparnya.

Ikrar FKUB yang dibacakan pengurusnya secara bersama, menyatakan; Negara Indonesia merupakan Negara Bhineka Tunggal Ika, berbeda tetapi tetap satu. Negara Indonesia memiliki  6 agama resmi yakni, Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghu Chu.

Oleh karena itu Bangsa Indonesia harus rukun, harus damai dan harus bersatu dengan memiliki sifat toleransi, tenggang rasa, tidak boleh mau menang sendiri, jangan biasakan mengusik-usik agama orang lain, dan jangan merendahkan etnis orang lain.

“Kita memang berbeda di antara satu dengan yang lain. Namun demikian kita punya persamaan, dan itu yang kita pupuk kembangkan, serta kita bina,” kata Ketua FKUB Pematangsiantar itu.

Peringatan Hari Toleransi Internasional itu dihadiri, Kapolres Pematangsiantar AKBP Heribertus Ompusunggu, Mayor J.Tambunan mewakili Kodim 0207/Simalungun, mewakili Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Efendi Siregar mewakili Ketua DPRD, dan sejumlah perwakilan Ormas keagamaan, perwakilan mahasiswa, perwakilan pelajar, tokoh masyarakat, tokoh agama dan adat.(hms)

 

Editor : Maris