Hasil Autopsi Serda Rusdi, Anggota TNI yang Tewas Tergantung dengan Tangan Terikat

0
42
Petugas gabungan saat menunggu hasil autopsi Serda Rusdi yang ditemukan tewas tergantung di pohon jambu dengan tangan terikat ke belakang di Bombana, Sultra. (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

Kendari, buktipers.com – Tim forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari telah menyelesaikan proses autopsi terhadap Serda Rusdi, anggota TNI yang ditemukan tewas tergantung di pohon dengan tangan terikat ke belakang di Desa Rahantari, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana. Petugas medis menemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Untuk tanda bekas kekerasan ada di bagian leher. Untuk detailnya bukan kapasitas saya menyampaikan, langsung ke penyidik yang menangani kasusnya,” ujar Dokter Forensik RS Bhayangkara Kendari Raja Al Fatih Widya Iswara, Rabu (19/8/2020) malam.

Proses autopsi ini berlangsung selama kurang lebih 5 jam. Dokter Raja Al Fatih juga menyebut bekas kekerasan hanya ada pada bagian leher. Tidak ada di punggung atau bagian tubuh lainnya.

Sementara itu, Komandan Korem 143 Haluoleo Brigjend TNI Jannie Siahaan mengatakan kasus ini akan diambil alih Polisi Militer dengan dibantu Polda Sultra.

“Karena almarhum ini tentara maka penanganan langsung oleh Polisi Militer. Setelah proses selesai, jenazah akan kami bawa ke kampung halaman di Pangkep, Sulawesi Selatan untuk disemayamkan,” ujar Jannie.

Diketahui, Serda Rusli baru bertugas sebagai Babinsa di Kabaena Barat, Bombana selama delapan bulan. Dia sudah berkeluarga dan memiliki seorang istri serta dua anak yang tinggal di Pangkep, Sulsel.

Sebelumnya, dia ditemukan tewas tergantung di pohon dengan tangan terikat ke belakang dan masih memakai pakaian dinas lengkap di Desa Rahantari, Kecamatan Kabaena Barat, Bombana, Sultra, Rabu (19/8/2020) pagi.

 

Sumber : iNews.id