Heboh Temuan Rel Kereta Abad 19 Buatan Belanda di Kota Malang

0
4
Rel kereta api peninggalan Belanda ditemukan masih utuh di kawasan Kayutangan, Jalan Basuki Rahmat Kota Malang.(Foto: iNews.id/Deni Irwansyah)
Dijual Rumah

Malang, buktipers.com – Penemuan rel kereta api di kawasan pembangunan Malang Heritage viral di medias sosial. Masyarakat, terutama warga Kota Malang heboh atas temuan rel kerata buatan abad 19 tersebut.

Informasi yang dihimpun, rel tersebut pernah dilintasi kerata api (trem) milik Stoomtram Maatschappij, sebuah perusahaan kereta api milik belanda. Peruhaan ini beroperasi sejak tahun 1903 hingga kemerdekaan.

Pantauan iNews.id, rel kereta yang berada di Jalan Basuki Rahmad sudah dalam keadaan berkarat. Sementara bantalan berbahan kayu juga sudah lapuk. Meski begitu temuan rel buatan abad 19 tersebut menyita perhatian banyak pihak.

Pihak Pemerintah Kota Malang, PT Kereta Api Indonesia (KAI), hingga pemerhati cagar budaya pun turun ke lokasi meninjau rel tersebut. Karena itu, proyek pengerukan sempat dihentikan. Ini dilakukan untuk memberi kesempatan PT KAI dan Tim Cagar Budaya melakukan penelitian.

Hasilnya, rel tersebut merupaka rel kereta pengangkut komoditi sayur dan buah serta penumpang Stoomtram Maatschappij atau trem.

Rel tersebut memiliki panjang 85 km, membentang dari Kabupaten Malang hingga Surabaya.

“Temuan rel kereta api ini semakin menunjukkan bahwa kawasan Kayutangan ini adalah pusat awal perkotaan di Kota Malang, pusat bisnis dan perkantoran,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji, Kamis (12/11/2020).

Sutiaji mengatakan, berdasarkan keputusan bersama, rel tersebut tidak dibongkar. Tetapi hanya akan diberi penanda berupa batu andesit warna berbeda.

“Tujuannya agar masyarakat dan wisatawan tahu bahwa lokasi ini pernah ada rel kereta api yang beroperasi sejak awal abad 19,” ujarnya.

Ketua Tim Cagar Budaya Kota Malang Budi Fathoni menyambut gembira temuan tersebut. “Saya sangat bergembira. Temuan rel itu menjadi penguat Kota Malang sebagai jaringan Kota Pusaka di Indonesia,” katanya.

Diketahui, pembangunan kawasan Kayutangan Heritage ini diproyeksikan menyerupai Jalan Malioboro di Yogyakarta. Akan ada aspek ekonomi, budaya dan sejarah yang tercampur dalam satu kawasan. Pembangunan ini ditargetkan selesai pertengahan Desember dan menjadi destinasi wisata baru wisatawan ke Kota Malang.

 

Sumber : iNews.id