Hina Gojek dan Grab, Driver Ojol Siantar Desak Pemko Hukum Pengusaha Taxi Syamsul Bahri

0
141
Puluhan ojek online Kota Pematangsiantar melakukan aksi di Kantor Walikota, Senin (9/9/2019). Tribun Medan/Tommy Simatupang
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Mitra driver ojek online (Ojol) Gojek dan Grab Pematangsiantar melakukan aksi di Depan Kantor Walikota, Senin (9/9/2019).

Puluhan driver ini meminta Pemerintah Indonesia mendesak Pemerintah Malaysia untuk memproses hukuman terhadap Syamsul Bahri Ismail pengusaha taxi asal Malaysia yang dianggap telah merendahkan martabat para ojek online.

Pengunjukrasa ini menyampaikan aspirasi mereka ke Balaikota Pematangsiantar. Mereka menilai Pemko Pematangsiantar dapat menindaklanjuti tuntutan mereka ke pemerintah pusat.

“Sebagai warga negara Indonesia, khusunya kami yang berprofesi driver, jiwa merah-putih kami tergerak bangkit atau melawan,” kata juru bicara pengunjuk rasa, Rafi Sidabutar, Senin (9/9/2019) di Balaikota, Jalan Merdeka Kota Pematangsiantar.

Dia mengatakan, para driver yang berunjukrasa itu tidak terima atas ucapan Syamsul Bahri Ismail. Pria asal malaysia itu dianggap telah merendahkan profesi Gojek khususnya mitra driver.

“Kata-katanya yang viral itu, bilang driver Gojek itu miskin. Dan yang paling menyinggung kami, itu sudah menghina bangsa. Dan itu yang mendasari kami yang utama,” tegasnya.

Mereka pun meminta pemerintah memproses secara hukum oknum pengusaha Big Blue Taxi itu supaya menimbulkan efek jera.

“Kami tidak terima, dan kami mohon kepada pemerintah Indonesia, untuk mendesak pemerintah Malaysia supaya diproses secara hukum Syamsul Bahri Ismail,” katanya.

Para ojek online turut membawa atribut spanduk yang menampilkan wajah Syamsul Bhari. Mereka juga turut membawa spanduk mendesak menghukum Syamsul.

Pemko Pematangsiantar, Hammam Sholeh, Danramil Siantar Barat Kapten (Inf ) Warto Bimo.

Setelah menyampaikan aspirasinya, mitra driver Gojek melakukan melakukan konvoi.

 

Sumber : tribunnews.com